Berita Migas

Petani Organik Binaan Pertamina EP Asset 4 Field Cepu Panen Raya

Blora (beritajatim.com) – Sejumlah petani di Desa Bajo, Kecamatan Kedungtuban, Kabupaten Blora, Jawa Tengah melakukan panen raya tanaman padi, Selasa (29/1/2019). Para petani yang melakukan panen tersebut tergabung dalam kelompok tani Bina Alam Sri.

Ketua kelompok tani Bina Alam Sri, Surat menuturkan bahwa tanaman padi organik yang dipanen tersebut merupakan pertama kali hasil pelatihan dan pendampingan dari Pertamina EP Asset 4 Field Cepu serta Dinas Pertanian Kabupaten Blora.

Jenis tanaman padi yang ditanam merupakan varietas Sintanur dengan menggunakan perawatan pupuk organik. “Semua bahan pupuknya kita dapat dari alam sekitar, pupuk cair organik kita buat sendiri sesuai apa yang dilatihkan. Sehingga lebih hemat dan hasilnya lebih banyak, Alhamdulillah,” ujar Surat.

Menurut Surat, lahan  yang sebelumnya menggunakan pupuk kimia hanya bisa menghasilkan gabah sebanyak 7 ton per hektare. Namun, setelah beralih tanam secara organik, hasil panen lebih banyak. “Setelah kami mengenal pertanian organik, hasilnya bisa sampai 8 ton hingga 9 ton per hektarnya,” tuturnya melanjutkan.

Tidak hanya untung dari segi jumlah panen, menurutnya, dengan pertanian organik tersebut juga murah karena semua pupuknya dibuat sendiri. Sehingga tidak perlu beli pupuk kimia yang mahal. Selain itu, kata dia, tanahnya juga lebih subur karena unsur haranya semakin banyak akibat pemberian pupuk organik.

“Terimakasih Pertamina dan Dinas Pertanian yang terus memberikan pendampingan dan pelatihan. Kami akan melanjutkan pertanian organik ini,” katanya.

Diketahui, lahan sawah yang dipanen tersebut letaknya tidak jauh dari titik sumur migas NKT-A yang merupakan areal persawahan Program Pertanian Sehat Ramah Lingkungan Berkelanjutan, yakni sebuah program Coorporate Sosial Responsibility (CSR) dari Pertamina EP Asset 4 Field Cepu, di bidang pertanian.

General Manager PT Pertamina Asset 4, Agus Amperianto yang hadir langsung dalam panen itu menyampaikan bahwa program CSR Pertamina untuk para petani Desa Bajo, selain budidaya padi SRI Organik juga ada pelatihan penanaman sayuran organik dan tanaman obat keluarga (Toga) sebagai alternatif pengobatan tradisional yang menyehatkan.

“Kami berharap dengan adanya CSR ini dapat meningkatkan perekonomian para petani di Desa Bajo Kecamatan Kedungtuban. Bisa meningkatkan pendapatan, dan memperkecil biaya produksi. Konsep pertanian organik ini tentunya kedepan bisa direplikasi ke petani lainnya,” tutur Agus Amperianto.

Ia juga menyampaikan bahwa pendampingan petani oleh Pertamina EP Asset 4 Field Cepu ini dimulai sejak bulan Juli 2018. Saat itu ada 47 petani yang ikut pelatihan selama empat hari agar bisa menerapkan konsep pertanian organik.

“Hasilnya mereka sekarang bisa memanen padi organik perdana di persawahan yang sebelumnya digarap dengan pupuk kimia,” tuturnya. [lus/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar