Berita Migas

Pertamina Tambah Dropping Elpiji Melon untuk Masyarakat Karesidenan Kediri

Kediri (beritajatim.com) – Pertamina melakukan extra dropping gas elpiji 3 kilogram untuk wilayah Karesidenan Kediri. Penambahan pasokan ini, menyusul permintaan dari Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak Dan Gas (Hiswanamigas) setempat, setelah melihat adanya peningkatan permintaan dari masyarakat menjelang Hari Raya Idul Adha.

Extra drooping gas elpiji melon ini dilakukan secara fakultatif antara 5 hingga 7 persen, mulai tanggal 5 hingga 10 Agustus 2019 nanti. Hasanuddin, Wakil Ketua Hiswanamigas Kediri menjelaskan, jumlah kebutuhan elpiji melon di Karesidenan Kediri sebanyak 190.793 tabung per hari. Tetapi, sejak akhir bulan Juli kemarin, tercatat ada trend peningkatan permintaan dari masyarakat sebesar 5 hingga 10 persen.

“Kami melihat di lapangan ada kenaikan kebutuhan elpiji 3 kilogram, mulai akhir bulan juli kemarin. Faktor penyebabnya karena ada momentum kegiatan masyarakat seperti hajatan haji dan menjelang Hari Raya Idul Adha,” ujar Hasanuddin.

Extra drooping elpiji ini didistribusikan ke wilayah karesidenan kediri yang meliputi, Kota dan Kabupaten Kediri, Nganjuk ,Kota dan Kabupaten Blitar serta Trenggalek, secara merata didasarkan kebutuhan.Untuk sebaran penambahan pasokan, disesuai dengan prosedur aturan yang berlaku.

Pertamina dan Hiswanamigas Kediri mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan gas elpiji melon. Namun, apabila masyarakat ingin menyampaikan keluhan tentang elpiji dapat menghubungi kontak Pertamina di nomer call centre 135. [nng/but]

Data Hiswanamigas Kediri.

Realisasi Gas Elpiji 3 Kilogram

Trenggalek : 18.189 tbg/hari
Tulungagung : 37.050 tbg/hari
Kota Kediri : 15.344 tbg/hari
Kabupaten Kediri : 54.723 tbg/hari
Kota Blitar /hari
Kabupaten Blitar : 27.171 tbg/hari
Kabupaten Nganjuk : 33.846 tbg/hari
total : 192.797 tbg/hari

Penambahan Kuota Fakultatif :
Trenggalek : 7.280 tbg (114%)
Tulungagung : 11.200 tbg (112%)
Kota Kediri : 6.160 tbg (114%)
Kabupaten Kediri : 15.680 tbg (109%)
Kota Blitar : 3.360 tbg (115%)
Kabupaten Blitar : 5.600 tbg (111%)
Kabupaten Nganjuk : 11.760 tbg (111%)

Apa Reaksi Anda?

Komentar