Berita Migas

Pertamina EP Asset 4 Sukowati Field Tanam Pohon di Sungai Bengawan Solo

Jason W Purba, mewakili manajemen Pertamina EP Asset 4 Sukowati Field melakukan penanaman pohon di Sungai Bengawan Solo

Bojonegoro (beritajatim.com) – Sebagai komitmen operator lapangan minyak dan gas bumi (migas) Pertamina EP Asset 4 Sukowati Field terhadap lingkungan, salah satunya dilakukan dengan program peduli lingkungan dan kelestarian sungai Bengawan Solo di wilayah sekitar operasinya.

Apalagi, saat ini kerusakan sungai Bengawan Solo akibat penambangan pasir dan pengambilan air secara ilegal terjadi hampir merata sepanjang sungai. Hal itu yang juga menjadi kekhawatiran operator Lapangan Sukowati untuk peduli dan komitmen menjaga kelestarian lingkungan.

Jason W Purba, mewakili manajemen Pertamina EP Asset 4 Sukowati Field menyampaikan bahwa sungai Bengawan Solo, sebagai sungai yang terpanjang di Pulau Jawa, melewati 16 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur tentunya menghidupi kepentingan orang banyak.

Tak hanya itu, aneka ragam hayati yang terdapat di dalamnya pun menjadi kesatuan dari sungai Bengawan Solo. “Sudah menjadi tanggung jawab kita bersama untuk menjaga kelestariannya. Nanti kita gak bisa makan ikan wader lagi lho!”, ujarnya sambil diselingi canda tawa pria yang berasal dari daerah Sumatra Utara ini, Selasa (22/10/2019).

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bojonegoro Nurul Azizah mengatakan, komitmen untuk menjaga lingkungan ini merupakan tanggung jawab bersama. Sehingga, dengan adanya program Peduli Lingkungan dari Pertamina EP Asset 4 Sukowati Field ini sangat membantu kerja DLH.

“Kita dukung pelaksanaan resik-resik Bengawan Solo dan penanaman pohon ini. Apalagi, selama lima tahun Bupati Bojonegoro menarget penanaman 500.000 pohon untuk mengurangi panas,” katanya.

Sementara Camat Bojonegoro, Farid Nagib mengatakan pengelolaan lingkungan ini menjadi tanggung jawab bersama. Dia mengimbau agar titik-titik yang tidak diperbolehkan untuk dilakukan penambangan diberi peringatan. “Seperti di sekitar pipa migas dan sekitar jembatan harus ada papan peringatan,” terangnya.

Warga sekitar sungai Bengawan Solo ini diharapkan bisa mengubah pola pikir dan gaya hidup atau perilaku membuang sampah di sungai, maupun merusak lingkungan. “Di dalam sungai ini banyak menyimpan aset negara, seperti salah satunya pipa milik Pertamina,” kata Camat Soko, Kabupaten Tuban, Suwito.

Sekadar diketahui, hari ini Pertamina EP Asset 4 Field Sukowati melakukan program Peduli Lingkungan dan Kelestarian Sungai Bengawan Solo di Balai Desa Semanding, Kecamatan/Kabupaten Bojonegoro yang diikuti oleh sejumlah muspika dari Bojonegoro dan Tuban.

Dengan adanya program tersebut diharapkan seluruh elemen bisa bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan. Rangkaian acara yang dihadiri oleh muspika Kabupaten Bojonegoro dan Tuban itu selain melakukan penandatanganan komitmen bersama juga melakukan penanaman pohon di tepian Sungai Bengawan Solo. [lus/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar