Berita Migas

Pertamina EP Asset 4 Akan Kaji Potensi Bisnis Flare di Lapangan Sukowati

Bojonegoro (beritajatim.com) – Operator Lapangan Minyak dan Gas Bumi (Migas) Sukowati, Pertamina EP Asset 4 Field Sukowati akan mengkaji potensi bisnis yang bisa dimanfaatkan dari gas flare.

Hal itu dilakukan menindaklanjuti adanya permintaan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro yang akan mengelola flare sebagai bisnis untuk menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Jumlah produksi migas di lapangan Sukowati per Juli 2019 ini untuk minyak sebesar, 8.475 Barel Oil Per Day (BOPD) dan produksi gasnya sebesar 12,4 MMSCFD. Dari jumlah rata-rata produksi ini, akan dihitung flare yang bisa dihasilkan menjadi bisnis.

Gas flare yang ada di lapangan Mudi itu kini dikelola oleh PT Gasuma. PT Gasuma Desa Rahayu, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban merupakan pengelola gas flare yang di-generate sejak jaman Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB PPEJ) dulu.

“Akan kami komuniksikan dengan pelaksana kontrak yang sekarang,” kata General Manager Pertamina EP Aset 4, Agus Amperiyanto, Selasa (30/7/2019).

Saat ini, lanjut Agus, pihaknya tengah melanjutkan periode kontrak dengan PT Gasuma yang harus diselesaikan dan mengormati prosesnya. “Kami hormati proses kontrak yang sekarang dengan mereka,” lanjutnya.

Meski demikian, di Asset 4 prinsipnya mendukung konsep pengelolaan kerjasama yang positif dengan Pemkab Bojonegoro, sebagaimana kerjasama dengan BUMD dalam pengelolaan sumur-sumur tua yang sudah berlangsung di wilayah Kecamatan Kedewan.

“Tingkat keekonomian memang harus dilakukan assesment, agar kinerja kerjasamanya saling memberikan kontribusi bagi daerah dan negara,” pungkasnya.

Sementara diketahui, Pemkab Bojonegoro akan mengkaji keberadaan gas flare di Lapangan Sukowati, yang dioperatori Pertamina EP Asset 4 Field Sukowati. Gas flare tersebut diharapkan bisa dikelola untuk menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Sekarang kami melakukan kajian untuk membentuk BUMD yang akan mengelola peluang usaha termasuk keberadaan gas dari Lapangan Sukowati,” kata Asisten II Bagian Pembangunan dan Perekonomian Setda Bojonegoro, Setyo Yuliono.

Menurutnya, keberadaan Lapangan Migas yang dioperatori Pertamina EP Asset 4 Sukowati Field seharusnya memberikan sisa gasnya kepada pemkab setempat, selain dari sektor Dana Bagi Hasil (DBH) Migas.

“Bersama bupati dan SKK Migas, kami membahas keberadaan PT Gaduma di Tuban, padahal mulut sumurnya ada di Bojonegoro kenapa gasnya di Tuban. Kalau bisa ya Bojonegoro yang mengelolanya,” tandasnya. [lus/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar