Berita Migas

Pertamina Asset 4 Beri Masukan Kurikulum Migas SMK Siap Kerja

Bojonegoro (beritajatim.com) – Operator lapangan minyak dan gas bumi (Migas) Blok Sukowati, Pertamina EP Asset 4 Field Sukowati membantu merancang kurikulum bahan ajar bagi Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 5 Bojonegoro. Hal itu agar siswa yang lulus sekolah memiliki keterampilan yang bisa langsung bekerja.

Legal and Relation Pertamina EP Asset 4 Field Sukowati, Angga Aria mengatakan, masukan yang diberikan pihak perusahaan migas terhadap mata pelajaran di SMKN 5 Bojonegoro ini merupakan yang masuk dalam budaya dan standard kompetensi perusahaan.

Selain memberi masukan Kurikulum ajar, lanjut Angga, Pertamina EP Asset 4 Field Sukowati juga pernah melakukan uji kompetensi siswa di sekolah. “Sehingga ada potensi tertentu yang bisa diambil oleh sekolah. Termasuk Pertamina EP Asset 4 juga suport terhadap lulusan SMK,” ujarnya, Senin (6/5/2019).

Humas SMKN 5 Bojonegoro, Burhanuddin berkata, sekolah yang fokus terhadap jurusan industri minyak dan gas bumi itu akan dijadikan pilot project di Jawa Timur sebagai sekolah dengan lulusan yang siap bekerja. Sehingga, untuk mencapai target tersebut pihaknya banyak melakukan persiapan.

“Kebutuhan kita sangat banyak, termasuk fisik, seperti labolatorium, sehingga jika ada alat-alat dari perusahaan migas di Bojonegoro yang rusak bisa digunakan praktek pembelajaran di sekolah,” ungkapnya.

Selain itu, penambahan kompetensi pada mata pelajaran juga sangat penting. Berdasarkan hasil diskusi dan kesepakatan Bersama antara sekolah, DUDI, Pemda, dan K/L terkait beberapa hal dalam Kompetensi Dasar (KD) perlu ada penambahan. Diantaranya, penambahan kompetensi pada mata pelajaran teknik pemboran terdiri atas tiga Kompetensi Dasar.

Penambahan kompetensi pada mata pelajaran peralatan pemboran terdiri atas satu Kompetensi Dasar, Perubahan KD K3LH menjadi Lindungan Lingkungan. Basic Sea Survival, penambahan kompetensi pada mata pelajaran PIM terdiri atas 3 Kompetensi Dasar, Mata Pelajaran Lumpur dan Hidrolika Lumpur, memahami prosedur pembuatan bubur semen dan KD memahami zat additif semen.

“Sesuai rekomendasi tersebut, kami masih menyempurnakan Silabus, RPP, dan Modul Pembelajaran dibawah koordinasi dan fasilitasi Pemerintah Daerah,” ungkapnya.

Hal itu sesuai dengan program Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Kreatif, Kewirausahaan, dan Daya Saing Koperasi dan Usaha Kecil Menengah. “Jadi kita difasilitasi sebagai sekolah pilot projects sekolah migas dengan lulusan siap bekerja di perusahaan migas,” terangnya.

Burhanuddin menambahkan, beberapa rekomendasi itu sesuai dengan hasil Summary Workshop Revitalisasi SMK Batch V di Denpasar yang diantara, membahas soal kompetensi dasar K3 Migas, Silabus, RPP dan Modul. Siswa lulusan kompetensi Migas diharapkan setelah lulus mendapatkan sertifikat K3 Migas, Operator Lantai Bor (OLB), dan Basic Sea Survival yang sangat diperlukan untuk memasuki dunia kerja di industri Migas. [lus/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar