Berita Migas

Lifting Minyak di Bojonegoro Hingga September Tercapai 74 Persen

Foto: Ilustrasi Explorasi Migas

Bojonegoro (beritajatim.com) – Hasil penghitungan lifting minyak hingga September 2019 sebesar 74 persen. Data yang didapat dari Dirjen Migas menyebutkan, sesuai prognosa lifting Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2019, target lifting minyak di Bojonegoro adalah 81.802.000.19 barel.

“Sementara kumulatif sampai dengan September baru tercapai 61.606.664.82 barel,” kata Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Bojonegoro, Ibnu Soeyoeti, Rabu (11/12/2019).

Jumlah tersebut didapatkan dari produksi minyak yang dihasilkan oleh Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS), Pertamina EP Asset 4 yang menghasilkan dari Cepu Field, Mudi, dan Tiung Biru sebesar 2.635.618.82 barel, dan ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) dari Lapangan Banyu Urip sebesar 58.971.046.00 barel. “Sedangkan minyak dari Lapangan Sukowati oleh PT PHE Tuban East Java liftingnya nol,” ujar Ibnu.

Menurutnya, data tersebut didapatkan secara utuh dari Pemerintah Pusat. Meski, sebelum dirinya menjabat, Bapenda pernah menghitung sendiri besaran lifting minyak dari Bojonegoro. “Ini saya sedang mengkonfirmasi lagi semua staf, masih melakukan penghitungan sendiri atau tidak,” tukasnya.

Penghitungan lifting oleh Bapenda dilakukan dengan mendapatkan data produksi setiap bulannya dari masing-masing KKKS. Dari perhitungan tersebut, biasanya akan disinkronkan dengan data dari pusat. “Karena stafnya banyak yang ganti, maka kami akan menyesuaikan lagi,” pungkasnya. [lus/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar