Berita Migas

Kado Ultah untuk Kaltim, SKK Migas-Pertamina EP Salurkan Gas ke PLN

Samarinda (beritajatim.com) – PT Pertamina EP Asset 5 (PEP Asset 5) melaksanakan peresmian penyaluran gas dari sumur NKL pada Senin (14/1/2019), bertempat di kantor area Semberah PT Pertamina EP Asset 5 Sangatta Field. Gas dari struktur North Kutai Lama (NKL), tepatnya sumur NKL-1028 disalurkan ke Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Tanjung Batu yang dikelola oleh PLN Sektor Mahakam, dengan menggunakan pipa 8 inci sepanjang kurang lebih 33 km dan pipa 6 inci sepanjang kurang lebih 6,8 km.

Gas yang disalurkan sesuai dengan kesepakatan antara PEP Asset 5-PLN sebesar 5 million standard cubic feet per day (MMSCFD) dengan jumlah penyerahan minimum harian adalah 70% atau 3,5 MMSCFD. Perjanjian jual beli gas PEP Asset 5-PLN berlangsung untuk jangka waktu 5 tahun, berlangsung sejak Desember 2018 hingga 31 Desember 2023, dan dapat diperpanjang.

Hadir di dalam peresmian komersialisasi gas sumur NKL Asset 5 General Manager Irwan Zuhri, VP Oil and Gas Monetization PT Pertamina EP (PEP) Tata M. Tafip, jajaran manajemen PEP dan PEP Asset 5, Humas Perwakilan SKK Migas Wilayah Kalimantan & Sulawesi Damar Setyawan, Manajer PLN Sektor Mahakam Untung Budi, dan awak media massa. Selain peresmian, agenda kegiatan diisi pula dengan penanaman pohon di sekitar kantor area Semberah dan ramah tamah.

Di sela-sela kegiatan, Asset 5 General Manager, Irwan Zuhri menceritakan perjalanan persiapan penyaluran gas NKL hingga akhirnya diresmikan.

“Bermula dari kebutuhan PLN untuk menambah pasokan gas untuk PLTGU Tanjung Batu, serta kebutuhan PEP Asset 5 untuk menyalurkan gas dari sumur produksi tersebut. Kemudian PEP Asset 5 menawarkan untuk memasok gas yang dihasilkan dari sumur NKL-1028 yang dikelola Pertamina EP Sangasanga. Setelah beberapa pembicaraan lebih lanjut, akhirnya disepakati kerja sama penyaluran gas dari PEP Asset 5 dengan PLN. Ini merupakan salah satu bentuk Sinergi BUMN yang dicanangkan pemerintah,” ujar Irwan.

Irwan menuturkan bahwa kerja sama ini memberikan keuntungan kepada semua pihak. Gas dari PEP Asset 5 ini akan membantu PLN dalam mengoperasikan turbine engine dengan kapasitas lebih dari 20 Megawatt (MW) dan mampu melayani lebih dari 20.000 pelanggan.

“Selain itu, penggunaan gas dapat mengurangi penggunaan bahan bakar minyak (BBM) untuk pembangkit listrik sehingga ada penghematan. Bagi Pertamina EP dan bagi negara, kerja sama ini meningkatkan pendapatan negara. Bagi wilayah Kalimantan Timur sendiri, kerja sama PEP Asset 5-PLN ini meningkatkan rasio elektrifikasi bagi daerah-daerah yang belum teraliri listrik. Ini hadiah dari kami untuk Provinsi Kalimantan Timur yang sedang berulang tahun ke-62,” imbuhnya.

Sangasanga Field Manager Azis Rochmanudin mengungkapkan persiapan teknis sebelum gas sumur NKL dapat dikomersialisasi. Tentunya memasang flowline yang menghubungkan antara sumur NKL-1028 dengan PLTGU Tanjung Batu. Kemudian melakukan modifikasi piping system di Gas Plant NKL dan Binangat.

“Setelah itu melakukan hydrotest jalur trunkline 8 inci dari Gas Plant NKL ke Binangat dan dari Binangat ke Tanjung Batu serta sedikit perbaikan pada piping system dan instrumentasi. Pekerjaan kami lakukan dari Mei hingga Agustus 2018. Intinya agar penyaluran gas dapat berjalan lancar dan memenuhi aspek safety. Tidak lupa komunikasi dan koordinasi yang melibatkan antarfungsi di internal PEP, SKK Migas, dan PLN sehingga pekerjaan dapat berjalan lancar,” ujarnya.

PEP Asset 5 mengusahakan kebutuhan energi nasional dengan melakukan eksplorasi dan produksi minyak dan gas bumi (migas) di wilayah Kalimantan. Wilayah operasi PEP Asset 5 meliputi Kalimantan Timur (Sangasanga dan Sangatta), Kalimantan Utara (Tarakan dan Bunyu), serta Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan (Tanjung). Salah satu field yang beroperasi di bawah pengawasan PEP Asset 5 adalah PT Pertamina EP Asset 5 Sangasanga Field (PEP Sangasanga). Sumur NKL-1028 sendiri dikelola oleh PEP Sangasanga. Berdasarkan data Desember 2018, produksi minyak mentah PEP Sangasanga berada di angka 6.084 barrel oil per day (BOPD) dari target 6.576 BOPD, atau realisasi sebesar 92,5%. Sedangkan produksi gas berada di angka 5,41 MMSCFD dari target 1,48 MMSCFD, atau realisasi sebesar 365,9%.

Produksi PEP Asset 5 secara total sebesar 18.262 BOPD dari target 17.611 BOPD, atau realisasi sebesar 103,7% untuk minyak mentah. Sedangkan produksi gas sebesar 16,38 MMSCFD dari target 14,50 MMSCFD, atau realisasi sebesar 113%. Produksi minyak mentah PEP Sangasanga menyumbang 33,3% dari produksi minyak mentah PEP Asset 5. Sedangkan produksi gas PEP Sangasanga menyumbang 33,3% dari produksi gas PEP Asset 5. [rea]

Apa Reaksi Anda?

Komentar