Berita Migas

HUT BUMN 2019, Makanan Tradisional Ini Bisa Dipesan Secara Digital

Sidoarjo (beritajatim.com) – Unthuk Yuyu atau Pertolo, sajian khas Bojonegoro berbahan dasar tepung ini merupakan salah satu menu populer yang kerap ditemui dalam hajatan di Kabupaten Bojonegoro.

Makanan tradisional yang diproduksi UMKM Mitra Binaan PT Pertamina EP Cepu (PEPC) itu dinikmati oleh ribuan pengunjung dengan sekali klik dalam gelaran Festival Link Aja yang merupakan Rangkaian HUT BUMN 2019 di Sidoarjo, Minggu (7/4/2019).

Hanya dengan melakukan scan QR Code, pengunjung dapat menggunakan saldo di aplikasi Link Aja dan menjelajah kuliner di sejumlah booth mitra binaan PT Pertamina (Persero). Salah satunya adalah Zigi Food dan Firdaus Catering yang telah mendapat pembinaan berkelanjutan melalui program kewirausahaan tata boga PT Pertamina EP Cepu tahun 2018.

Disebutkan oleh Azis, pemilik UMKM Zigi Food yang beroperasi di Desa Talok, Kabupaten Bojonegoro, pihak PT Pertamina EP Cepu telah memberikan pembekalan berupa alat produksi, sertifikasi BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi), serta pembinaan yang mendalam terkait tata boga yang mencakup ilmu kuliner, manajemen pelayanan hotel, restoran, hingga produksi appetizer, maincourse dan dessert untuk mendukung kelancaran usaha mitra-mitra binaannya.

Dalam kegiatan HUT BUMN 2019 seluruh booth UMKM PT Pertamina (Persero) yang menyediakan 3.800 porsi kuliner tampak tak pernah sepi pengunjung. “Kami sangat bersyukur atas kesempatan yang diberikan PT Pertamina (Persero) dalam HUT BUMN untuk memperkenalkan kuliner Bojonegoro ke khalayak yang lebih luas,” ujar Azis, Pemilik UMKM Mitra Binaan PEPC dalam acara HUT BUMN di GOR Sidoarjo tersebut.

Kini, mitra binaan PEPC yang beroperasi di Desa Talok tersebut juga melakukan inovasi produk. “Untuk Unthuk Yuyu ini, kami menggunakan tepung wijen dan daun kelor. Selain menambah kelezatan rasa, nilai gizinya pun lebih baik,” ujar Azis.

Dibenarkan oleh Kunadi, JTB Site & PGA Manager PT Pertamina EP Cepu, sejak 2014 PEPC telah menerapkan program kewirausahaan di Kabupaten Bojonegoro. Tujuan dari dilaksanakan program pelatihan ini adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah operasi.

“Kegiatan ini juga diharapkan dapat menstimulasi pertumbuhan wirausaha mandiri di sekitar lokasi proyek sehingga akan berdampak pada penurunan tingkat pengangguran dan peningkatan ekonomi makro wilayah Bojonegoro,” jelas Kunadi.

Saat ini, PEPC menjadi operator proyek Jambaran Tiung Biru target on-stream pada tahun 2021 dengan sales gas sebesar 192 MMSCFD. Dalam menjalankan proses bisnisnya, PEPC akan berkomitmen untuk terus berkontribusi aktif pada pengembangan masyarakat, khususnya di sekitar wilayah Bojonegoro. [lus/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar