Berita Migas

EML Selesaikan Pengeboran Sumur Eksplorasi, Status ‘Oil and Gas Discovery

Sumenep (beritajatim.com) – Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) migas, PT Energi Mineral Langgeng (EML) berhasil menyelesaikan kegiatan pengeboran sumur eksplorasi ENC -02 di Desa Tanjung, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep.

“Alhamdulillah, setelah berjibaku selama 210 hari, akhirnya kegiatan pengeboran sumur eksplorasi ENC-02 bisa diakhiri. Yang menggembirakan, status sumur dengan kedalaman 7.289 kaki itu dinyatakan sebagai sumur penemu minyak dan gas (oil and gas discovery),” ujar Public Relation Coordinator PT EML, Nur Hidayat, Kamis (23/05/2019).

Ia menjelaskan, saat ini sumur tersebut mulai ditutup dan ditinggalkan sementara. Dengan hasil itu, diharapkan dapat menindaklanjuti kegiatan eksplorasi migas di wilayah South East Madura BLock. “Kalau PT EML bisa melanjutkan kegiatan ekplorasi hingga rencana pengembangan dan produksi, tentu akan mempengaruhi status kabupaten Sumenep sebagai daerah penghasil migas,” terang Hidayat.

Saat ini kegiatan operasi di lapangan sudah tidak ada lagi, dan tinggal proses demobilisasi peralatan pengeboran yang dimiliki PT Roda Drilling Nusantara dan beberapa peralatan pendukung.

Selama proses pengeboran berlangsung, PT EML melibatkan sedikitnya 50 pekerja lokal dari warga Desa Tanjung dan sekitarnya. Jumlah itu setara dengan sepertiga jumlah pekerja yang terlibat dalam kegiatan operasi pengeboran. “Para pekerja lokal ini tersebar di berbagai bidang. Mulai petugas keamanan, staf jasa katering, general labour, flagman, hingga tenaga paramedis,” ucapnya.

Saat upacara tajak 9 September 2018, Senior Manager Operasi SKK Migas Perwakilan Jabanusa, Indra Zulkarnaen mengaku terkejut setelah mengetahui bahwa pemilik ‘rig’ yang digunakan dalam kegiatan pengeboran sumur ekplorasi ENC-02 adalah warga Sumenep. “Jadi ini tingkat komponen dalam negeri (TKDN) bisa dibilang 100 persen. Artinyan investasi ini kembali ke warga Sumenep,” tandasnya. (tem/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar