Berita Migas

EMCL Uji Coba Produksi Diluar Kapasitas

Bojonegoro (beritajatim.com) – Jumlah produksi minyak dan gas bumi (migas) di Lapangan Banyu Urip Blok Cepu tiga minggu terakhir ini mencapai 225 ribu barel per hari. Jumlah tersebut sudah di luar kapasitas mesin produksi yang awalnya hanya didesain sesuai AMDAL sebesar 185 ribu barel per hari.

Sesuai dengan perkembangannya, kemudian AMDAL di Blok Cepu itu kapasitas produksi dinaikkan menjadi 220 ribu barel per hari. Pemerintah dalam hal ini, SKK Migas mencoba untuk meningkatkan jumlah produksi dari rata-rata 220 ribu barel per hari menjadi 225 ribu barel per hari.

“Penaikan jumlah produksi itu (225 ribu barel per hari) masih dalam tahap uji coba,” ujar Vice President Public and Government Affairs EMCL Indonesia, Erwin Maryoto, Selasa (11/6/2019).

Lapangan migas yang dioperatori ExxonMobil Cepu Ltd (EMCL) itu, menurut Erwin, kapasitas produksi maksimal awalnya di desain 185 ribu barel per hari. “Tapi ternyata mampu sampai 225 ribu barel per hari setelah dicoba tanpa menambah peralatan baru, hanya menambah jumlah pendingin saja,” ungkapnya.

Uji coba penambahan jumlah produksi akan dilakukan dengan salah satunya juga mempertimbangkan faktor cuaca. Saat musim penghujan maupun saat musim kemarau. Jika sudah yakin peralatan produksi sudah mampu memproduksi sesuai permintaan SKK Migas maka akan diamandemen AMDAL yang baru.

“SKK Migas hanya meminta kita sampai 225 ribu barel per hari. Dengan masa percobaan ini akan dilakukan sampai yakin bahwa peralatan produksi mampu. Setelah itu akan kami proses amandemen AMDALnya,” ungkapnya.

Kepala Perwakilan SKK Migas Jabanusa, Nurwahidi mengatakan, jumlah produksi yang dihasilkan dari lapangan Banyu Urip sebesar 220 ribu barel per hari ini menjadi bahan evaluasi pemerintah terus menerus. “Jika memang memiliki kemampuan lagi bisa ditingkatkan dari jumlah produksi yang saat ini kita akan lakukan,” terangnya. [lus/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar