Berita Migas

Ditarget Operasi 2026, Kilang Tuban Bisa Produksi 30 Juta Liter BBM/Hari

Dirut PT Pertamina (Persero) saat menjelaskan keberadaan proyek Kilang Tuban pada Menteri Perhubungan

Tuban (beritajatim.com) – Untuk membangun megaproyek Grassroot Refinery (GRR) Kilang Tuban yang ada di Kecamatan Jenu, Tuban, PT Pertamina (Persero) menginvestasikan sekitar USD 15-16 miliar dan proyek itu diperkirakan akan selesai pada tahun 2026 mendatang. Yang mana proyek Kilang Tuban itu akan menempati area seluas kurang lebih 900 hektar, Sabtu (30/11/2019).

Kilang Tuban itu merupakan salah satu kilang tercanggih di dunia yang memiliki kapasitas pengolahan sebesar 300 ribu barel per hari dan akan menghasilkan 30 juta liter BBM per hari untuk jenis gasoline dan diesel. Saat ini pembangunan kilang Tuban telah memasuki pembersihan lahan dan tahap awal itu Pertamina telah menyerap 271 tenaga kerja lokal Tuban.

Direktur Utama (Dirut) PT Pertamina (Persero) menyatakan bahwa Kilang Tuban akan memberikan tambahan pasokan untuk kebutuhan BBM, LPG dan Petrokimia berkualitas untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Dengan kehadiran Kilang Tuban, kebutuhan tersebut dapat dipenuhi dari kilang sendiri dan tidak perlu impor.

“Pada pembangunan kilang tersebut juga akan menyerap 35% tingkat komponen dalam negeri (TKDN), penyerapan tenaga kerja sebanyak 20.000 orang saat konstruksi dan 2.500 orang saat operasi,” terang Nicke Widyawati, Direktur Utama PT Pertamina (Persero).

Ia menambahkan, proyek ini juga menciptakan multiplier effect lainnya, terutama di daerah sekitar lokasi di Tuban termasuk peningkatan pendapatan negara dan daerah baik dari pajak dan juga penguatan devisa negara. Karena dengan kehadiran kilang ini mengurangi ketergantungan impor crude dan produk.

“Pertamina pro aktif membangun kemampuan dan keahlian tenaga kerja lokal. Selain telah menyerap 271 pekerja lokal, saat ini Pertamina juga telah memberikan beasiswa kepada 21 orang lulusan terbaik SMA/SMK di wilayah sekitar untuk melanjutkan kuliah di Politeknik Energi dan Mineral (PEM) Akamigas Cepu,” tambah Nicke saat mendampingi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meninjau lokasi proyek Grassroot Refinery (GRR) Kilang Tuban.

Nicke berharap nantinya para siswa tersebut bisa memiliki keahlian khusus (skilled) agar bisa bergabung di Proyek Kilang Tuban, baik menjadi tulang punggung pada saat pembangunan maupun operasional kilang nanti. Melalui hal tersebut, Pertamina sekaligus mematahkan stigma bahwa putra daerah yang direkrut ke sebuah industri adalah tenaga kerja non-skilled.

Sementara itu, selain akan bisa menghasilkan 30 juta liter BBM per hari untuk jenis gasoline dan diesel, Kilang Tuban juga akan menghasilkan 4 juta liter avtur per hari. Serta produksi petrokimia sebesar 4.25 juta ton per tahunnya.

“Seluruh BBM yang diproduksi di Kilang Tuban memiliki standar terbaik di dunia yakni Euro5 yang sangat ramah dengan lingkungan. Ini salah satu proyek prestisius dan sangat strategis dalam membangun kemandirian dan kedaulatan energi nasional. Dampaknya juga tentu akan sangat besar dirasakan masyarakat sekitar proyek, khususnya Tuban dan sekitarnya,” pungkasnya.[mut/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar