Berita Migas

Begini Strategi Bupati Bojonegoro Tingkatkan PAD Melalui Industri Migas

Bojonegoro (beritajatim.com) – Bupati Bojonegoro bersama Asisten Dua dan Kepala Dinas terkait di Kabupaten Bojonegoro adakan pembahasan sinergi Peran Industri Hulu Migas dalam peningkatan Pendapatan Anggaran Daerah (PAD) Kabupaten Bojonegoro.

Saat ini APBD Bojonegoro mencapai Rp 4.63 Triliun dengan sumbangsih dari Dana Bagi Hasil Migas sebesar Rp 2 Triliun atau 71% terhadap total APBD. Sementara untuk PAD sebesar Rp 482 Milyar atau 10% terhadap total APBD.

“Dari komposisi APBD tersebut, PAD Bojonegoro termasuk kecil sehingga perlu digenjot. Maka dari itu kami mengajak SKKMigas dan KKKS untuk memberi sumbangsih terhadap penerimaan PAD Bojonegoro,” ujar Bupati Bojonegoro, Ana Muawanah.

Untuk optimasi perolehan pajak dalam menunjang penambahan PAD Bojonegoro, SKKMigas dan KKKS diminta berperan serta untuk 6 poin :

  1. Kontraktor memberikan data pemakaian mineral bukan logam dan batuan, atau bahan galian.
  2. Pembebasan lahan/tanah terkait pajak perolehan Hak atas tanah dan bangunan serta pajak PBB dan penyelesaian piutang PBB tahun – tahun sebelumnya.
  3. Penyampaian jumlah tenaga kerja yang direkrut dan Karyawan operator KKKS agar tinggal di Bojonegoro.
  4. Pemanfaatan fasilitas Pemkab untuk disewa, al : Hotel GDK dan Lahan seluas 5ha di Jl Veteran Bojonegoro
  5. Pengalihan kebutuhan makan minum karyawan agar menggunakan catering lokal.
  6. Kebutuhan General Checkup dilakukan di RSUD Bojonegoro

“Skk Migas dan KKKS diminta melaporkan hal tersebut diatas setiap Triwulan kepada Pemkab Bojonegoro”, ujar Asisten Dua Pemkab Bojonegoro, Setyo Yulianto yang akrab disapa Nanang.

Sementara itu Kepala SKKMigas Perwakilan Jabanusa Ali Mahsyar menyampaikan kesiapan Industri Hulu Migas mendukung program Pemerintah Kabupaten Bojonegoro. Dana Bagi Hasil Migas masih menjadi sumbangsih terbesar dari kegiatan Migas untuk APBD Bojonegoro. “Namun demikian kami tetap komitmen untuk mendukung penambahan PAD Bojonegoro,” jelas Ali.

Lebih lanjut, Ali menambahkan bahwa hal – hal yang bisa menghambat produksi migas agar diminimalisir karena bisa berdampak terhadap penerimaan negara dan terutama DBH bagi Daerah. “Terkait pajak yang terkait PAD seperti Galian C, PBB, PBHTB dan sebagainya, KKKS yang ada di Bojonegoro dipastikan siap untuk mendukung. Salah satunya yang dilakukan PT Pertamina EP dengan memindahkan kantor Sukowati Field ke Asset Pemkab Bojonegoro,” kata Ali.

Senada dengan Ali Mahsyar, Agus Amperianto selaku PT Pertamina EP Asset 4 General Manager, menambahkan bahwa pemindahan kantor Sukowati Field dari Mudi ke Bojonegoro, dengan menggunakan Hotel GDK milik Pemerintah Kabupaten Bojonegoro.

“Selain itu, kami juga akan melibatkan vendor lokal dalam aktifitas operasi perusahaan seperti catering, vendor lokal, tenaga kerja dan sebagainya,” jelasnya.

Sementara itu, Agus juga berharap bahwa melalui pembebasan lahan untuk Fasilitas Produksi Sukowati Field dan rencana pengembangan Pad C dapat berjalan lancar karena hal tersebut dapat menambah PBB dan PBHTB daerah.

“Untuk kelancaran proses tersebut kami mohon dukungan pemerintah kabupaten untuk memudahkan proses pembebasan dimaksud, sehingga PAD Bojonegoro juga dapat bertambah,” ujarnya.

Setyo Yulianto, Asisten 2 Bojonegoro menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten siap mendukung kelancaran operasi SKKMigas dan KKKS di wilayah Bojonegoro.

“Intinya kami dari pemerintah kabupaten siap mendukung penuh kelancaran operasi industri migas. Karena dengan berjalannya kegiatan industri migas maka Pendapatan Anggaran Daerah diharapkan bisa meningkat,” pungkasnya. [lus/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar