Berita Migas

EMCL Klaim Biaya Produksi Paling Rendah, tapi Produksi Tertinggi

Bojonegoro (beritajatim.com) – Operator SKK Migas, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) mengklaim biaya produksi di Lapangan Minyak dan Gas Bumi (Migas) Banyu Urip, Blok Cepu paling rendah dibanding dengan operator minyak dan gas bumi (Migas) yang lain.

External Affair Manager EMCL, Dave A. Seta, mengatakan, biaya produksi di EMCL sejauh ini nominalnya paling rendah dengan nilai $2.1/Barel. Sementara, dibanding dengan yang lain, biaya produksi rata-rata industri migas $15/Barel.

\”Pengaruh biaya produksi paling rendah ini karena salah satunya produktifitas pegawai lebih tinggi, dibanding dengan yang lain,\” ujarnya, saat Pelatihan Menulis Feature/ Story Telling dan Digital Marketing, di Yogyakarta, Senin (12/11/2018).

Meski dengan biaya paling rendah, namun dia mengatakan, produksi lapangan di Desa Mojodelik, Kecamatan Gayam yang menjadi wilayah operasinya bisa memproduksi migas paling tinggi dibanding dengan yang lain.

\”Jumlah produksi sekarang rata-rata di atas 210 barel perhari dengan mesin produksi berkapasitas mencapai 220 barel perhari. Untuk mencapai puncak produksi ini sudah mendapat persetujuan AMDAL awal tahun 2018 lalu,\” terangnya.

Sementara diketahui, dalam pelatihan Menulis Feature/ Story Telling dan Digital Marketing untuk media dan wartawan di Bojonegoro, Tuban dan Blora itu diikuti sekitar 25 peserta. Merupakan, bentuk salah satu program dari operator SKK Migas untuk menambah kapasitas awak media. \”Program ini untuk melakukan belajar bareng, sehingga bisa menambah kapasitas nilai, serta menambah kemampuan jurnalis di dalam kerjanya,\” pungkasnya. [lus/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar