Kamis, 15 Nopember 2018

Menuju Era Baru Pertumbuhan Start Up di Surabaya

Rabu, 24 Oktober 2018 15:20:24 WIB
Reporter : Ibnu F Wibowo
Menuju Era Baru Pertumbuhan Start Up di Surabaya
Maxi (paling kiri) sedang memimpin diskusi dengan tim start up di Koridor

Surabaya (beritajatim.com) - Pertumbuhan startup atau usaha rintisan dengan berbagai terobosan kreatif dan layanannya terus bermunculan di Surabaya. Kini, Surabaya sudah memasuki era baru pertumbuhan startup, sebuah era dimana belajar mandiri telah dimulai, dan menjadi entrepreneurship serta pelaku industri kreatif merupakan pilihan yang tepat.

Pemerintah Kota Surabaya juga konsisten mendukung pertumbuhan startup ini. Berbagai fasilitas pendukung, mulai dari infrastruktur hingga pelayanan disiapkan bagi para pelaku industri kreatif. Di bidang infrastruktur, Pemkot Surabaya sudah menyediakan Koridor Co-Working Space di Gedung Siola yang menjadi tempat berkumpulnya para pelaku startup.

Sedangkan untuk pelayanan, Pemkot Surabaya sudah menyediakan berbagai pelatihan dan membantu pengurusan Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI). Bahkan, pemkot juga membantu akses pasar dan juga sangat mendukung program inkubasi dan akselerasi startup kreatif berbasis teknologi.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan untuk mendukung era baru pertumbuhan startup Surabaya, pihaknya sama-sama membangun dan mengembangkan entrepreneurship dan startup. Ia memastikan era ini akan menjadi semangat baru bagi seluruh insan, terutama untuk anak muda Surabaya yang menekuni industri kreatif.

“Menjadi entrepreneur adalah sebuah pilihan tepat. Sebab, tantangan anak muda tahun 2040 adalah bagaimana bisa menciptakan sebuah lapangan kerja, bukan mencari pekerjaan,” kata Wali Kota Risma beberapa waktu lalu.

Wali Kota perempuan pertama di Surabaya ini juga mengatakan, untuk menjadi pengusaha tidak perlu menunggu lulus kuliah. Namun, harus dimulai dari sekarang. “Apalagi saat ini menjadi pengusaha itu tidak perlu harus memiliki kantor. Jadi, tunggu apalagi, mari bersama-sama kita ubah dan harus dimulai dari sekarang,” tegasnya.

Audrey Maximillian Herli, salah satu pelaku startup di Surabaya yang sekaligus Founder platform Riliv mengatakan Pemkot Surabaya sangat membantu para pelaku startup untuk berkembang. Mulai dari business networking, mentoring, coworking space, kemudahan pembuatan event dan promosi. “Selain itu, terdapat pula fasilitasi hak paten dan HAKI serta bantuan pengurusannya,” kata Maxi – sapaan Audrey Maximillian Herli.

Dengan berbagai fasilitas yang telah diberikan oleh Pemkot Surabaya itu, maka para pelaku industri kreatif bisa meningkatkan capacity building, kemudahan akses pasar, dan kesempatan untuk berkolaborasi dengan corporate atau pun startup yang lain. “Jadi, saat ini iklim entrepreneur dan iklim startup sudah tercipta di Kota Surabaya, sehingga kita tinggal memanfaatkannya,” kata dia.


Jonathan Ortmans

Tuan Rumah Start Up Nations Summit
Iklim entrepreneurship yang berkembang pesat itulah yang menjadikan Kota Surabaya terpilih menjadi tuan rumah Startup Nations Summit (SNS) yang akan digelar pada 16-17 November 2018 mendatang. Event internasional yang akan digelar di Grand City Convex ini akan dihadiri oleh kurang lebih 170 negara di seluruh dunia.

Sementara itu, Presiden Global Entrepreneurship Network (GEN) Jonathan Ortmans menilai Kota Surabaya sudah melakukan hal-hal yang luar biasa yang menggabungkan digital dalam mendukung entrepreneurship, termasuk yang dilakukan oleh Wali Kota Risma dalam menurunkan kemiskinan.

“Surabaya ini kota besar. Saya melihat Kota Surabaya bisa menjadi kota entrepreneur di masa depan. Makanya, dalam acara SNS nanti, akan banyak sekali delegasi dari berbagai negara yang akan melihat secara riil dan mengalami secara langsung dan nyata hal-hal yang lebih dibanding dengan apa yang mereka lihat di Silicon Valey,” imbuhnya.

Ia menjelaskan, Startup Nations Summit mempunyai misi mendukung entrepreneur, dimana pun dan siapapun di belahan dunia ini. “Nah, pertemuan di Surabaya ini diharapkan bisa membantu dan menyelesaikan semua permasalahan terkait kewirausahaan,” pungkasnya. (ifw/adv)

Komentar

?>