Sabtu, 24 Februari 2018

Festival Wayang Kulit Provinsi di Ponorogo Sejalan Misi Bupati Ipong

Minggu, 04 Februari 2018 22:31:13 WIB
Reporter : Pramita Kusumaningrum
Festival Wayang Kulit Provinsi di Ponorogo Sejalan Misi Bupati Ipong

Ponorogo (beritajatim.com) - Ponorogo menjadi tuan rumah festival Wayang Kulit Kabupten dan Kota Se Jatim Minggu (4/2/2018) malam Dalang kondang Ki Anom Suroto dan Ki Bayu Aji mmbawakan lakon Dewa Ruci.

Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni, berterimakasih kepada Wakil Gubernur Jatim, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul (GI) yang telah memilih Ponorogo sebagai lokasi safari festival wayang kulit. 

Tentunya, hal itu tidak jauh dari GI yang memang peduli terhadap budaya. " Ini sejalan dengan misi Pemkab Ponorogo. Yakni menuju Ponorogo lebih maju, berbudaya dan religius," kata Bupati Ipong, Minggu (5/2/2018).

Dia menjelaskan, bangsa yang besar adalah bangsa yang berbudaya. Hal itu juga diwujudkan di Ponorogo.

Karena tiap bulan, Ipong mengaku, ada pagelaran wayang kulit di alun-alun Ponorogo. Dengan dalang bergantian dari berbagai kecamatan di Ponorogo.

Dia mengatakan, Ponorogo, tidak takut kehabisan dalang. Karena dalang di Jawa Timur ada sekitar 2.000 dalang, Ponorogo memiliki lebih dari 250 dalang

Untuk dalang sebanyak itu, lanjut dia, tidak hanya berperan tiap bulan. Namun saat bulan Suro, seluruh desa di Ponorogo selalu ada sedekah bumi atau ruwatan atau tasyakuran.

"Biasanya tasyakurannya menggelar pagelaran wayang kulit. Jadi ratusan dalang bisa tampil bersama-sama," bebernya.

Sementara, Wakil Gubernur, Gus Ipul, mengatakan, sudah 24 kali wayang kulit provinsi Jawa Timur dilakukan. Namun dinas kesenian provinsi juga sudah melaksanakan di tiap kecamatan.

"Jadi 2.000 dalang tersebut tidak hanya di Ponorogo saja. Namun semua wilayah di Jatim juga bisa mnggelar wayang kulit," beber GI.

Dia mengatakan, wayang kulit sekarang mulai dinikmati segala kalangan. Termasuk para remaja dan anak-anak. Karena buktinys, malam ini di Ponorogo semua hadir.

"Wayang adalah salah safu forum untuk menyatukan. dalam kegiatan malam ini banyak kalangan hadir, mulai Bupati sampai pedagang," katanya.

Dia mengaku inilah tempat memupuk perstauan dan kesatuan. Tercipta suasana tenang di tengah masyarakat. Bisa mewarisi budaya luhur seperti wayang kulit. [adv/mit]

Komentar

?>