Minggu, 17 Desember 2017

Pemkab Mojokerto Gelar Ruwat Agung Nuswantoro dengan Usung Tema Digdaya Pusaka Bumi Nusantara

Senin, 25 September 2017 10:00:23 WIB
Reporter : Misti P.
Pemkab Mojokerto Gelar Ruwat Agung Nuswantoro dengan Usung Tema Digdaya Pusaka Bumi Nusantara

Mojokerto (beritajatim.com) - Warna-warni kearifan lokal budaya Majapahit menyemarakkan gelar tahunan Ruwat Agung Nuswantoro dengan tema 'Digdaya Pusaka Bumi Nusantara'. Kirab Agung Nuswantoro merupakan puncak dari seluruh rangkaian Ruwat Agung Nuswantoro 1951 Saka Tahun 2017.

Para peserta yang terdiri dari 18 kecamatan menampilkan cerita sesuai dengan tema yang diusung Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Mojokerto  sebagai panitia pelaksana. Start di Pendopo Agung Trowulan dan finish di Komplek Makam Troloyo.

Bupati Mojokerto, Mustofa Kamal Pasa, yang hadir didampingi Ikfina Kamal Pasa sang istri menerima pusaka Pataka Majapahit (lambang Majapahit) dari Raja Klungkung, Bali. Disusul tiga pusaka lainnya yakni Umbul-umbul Gulo Klopo (Sang Saka Merah Putih) kepada Kepala Disparpora Kabupaten Mojokerto.

Songsong Gringsing Udan Riwis (payung susun tiga) kepada Kapolres Mojokerto dan Tombak Samudra kepada Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Mojokerto. Sebelumnya memberangkatkan dan menerima seserahan pusaka, Bupati naik kereta bendi dari Museum Majapahit menuju Pendopo Agung Trowulan.

Sama dengan tahun-tahun sebelumnya, event tahunan Pemkab Mojokerto dalam gelaran Ruwat Agung Nuswantoro selalu menyedot antusias tinggi masyarakat. Ini bisa dilihat dari partisipasi para penggiat seni dan banyaknya ragam pertunjukan kolosal yang ditampilkan, selain dari 18 kecamatan yang ada. 

Seperti suguhan tari kolosal hasil kolaborasi pelajar SMAN 1 Sooko, SMAN 1 Puri dan SMAN 1 Gedeg. Ada juga tari kolosal karya para budayawan bertajuk Palagan Pusaka Majapahit. Majapahit memang menjadi sebuah aset tidak ternilai bagi Kabupaten Mojokerto baik budaya, histori, kearifan lokal maupun kultur masyarakatnya. 

Bupati Mojokerto, Mustofa Kamal Pasa mengatakan, jika event Ruwat Agung Nuswantoro adalah moment pengenalan dan pengakraban budaya-budaya asli leluhur pada masa lalu agar tetap dikenal hingga nanti. "Ruwat Agung Nuswantoro adalah aset penting Kabupaten Mojokerto, khususnya di sektor wisata budaya," ungkapnya. 

Karena keseluruhan rangkaian acara yang apik, kolosal dan kental dengan kearifan lokal bercita rasa Majapahit ini sangat khas. Branding dari Ruwat Agung Nuswantoro menurut Bupati cukup kuat agar orang-orang tidak mudah lupa. Budaya-budaya asli leluhur di masa lalu ditampilkan lagi, ini penting untuk menguatkan akar budaya kita supaya lestari.

Sementara itu, Disparpora Kabupaten Mojokerto, Djoko Widjayanto menjelaskan, jika rangkaian agenda akbar Ruwat Agung Nuswantoro 1951 Saka Tahun 2017 dimulai dari Festival dan Gelar Macapat serta Unduh-unduh Patirtaan pada Kamis (21/9/2017). Dilanjutkan Ruwatan Sukerto, Mangesti Suro dan Pagelaran Wayang Kulit, Jum'at (22/9/2017).

"Pagelaran wayang kulit mengambil lakon Tumuruning Wahyu Pusoko Payung Tunggal Nogo Nuswantoro sesuai tema yang diangkat dan puncaknya yakni Kirab Agung Nuswantoro dengan rute Pendopo Agung Trowulan sampai di halaman Komplek Makam Troloyo," jelasnya.[tin/adv]

Komentar

?>