Jum'at, 20 Oktober 2017

Gotong Royong Sifat Warga Ponorogo, Ipong Berharap Ditingkatkan

Senin, 24 Juli 2017 22:05:41 WIB
Reporter : Pramita Kusumaningrum
Gotong Royong Sifat Warga Ponorogo, Ipong Berharap Ditingkatkan

Ponorogo (beritajatim.com) - Budaya gotong royong dewasa ini mulai berkurang. Namun hal itu tidak berlaku bagi warga Ponorogo. Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni, mengatakan, budaya gotong royong di Ponorogo masih melekat. Terutama di daerah pedesaan.

"Buktinya Pinorogo memiliki anggaran yang terbatas. Namun pembangunannya relatif baik. Hal itu karena budaya gotong royong masyarakat," kata Ipong saat perayaan hari Bakti Gotong Royong di Desa Singkil, Kecamatan Balong, Senin (24/7/2017).

Ipong menjelaskan, perayaan hari Bakti gotong royong bukan sekedar seremonial. Namun lebih dari maknanya dan penerapan di kehidupan bermasyarakat.

Bupati yang sudah genap satu tahun lebih memimpin bumi Reyog ini berharap budaya gotong royong lebih dipupuk kembail. Seperti pada program perbaikan jalan.

"Kita tahu jalan di Ponorogo banyak yang rusak daripada yang mulus. Oleh karena itu program perbaikab jalan jangan sepenuhnya dibebankan pada pemerintah," katanya.

Dia menjelaskan, untuk pemeliharaan pihak pemkab juga perlu bantuan masyarakat. Dia berharap kepala desa ikut memantau dan memelihara jalan yang sudah mulus.

Pun, Ipong juga menyoroti Ponorogo yang sudah memasuki musim kemarau. Buktinya selama bulan Juli, ada 7 kejadian kebakaran di Ponorogo.

Ipong mengaku, kebakaran tersebut global. Mulai dari kecil atau tingkat runah sampai kebakaran besar atau kebakaran hutan.

"Mari kita budayakan gotong roying. Aktif berinteraksi dan peduli terhadap lingkungan. Saling mengingatkan agar tidak terjadi kebakaran hutan," tambahnya.

Apalgi, lanjut dia, kekuatab mobil damkar Pemkab Ponorogo hanya dua buah. Sehingga budaya gotong royong slaing mengingatkan agar tidak terjadi kebakaran juga penting.

"Apalgi saat sudah terjadi kebakaran. Masyarakat salibg bahu membau memadamkan secara manual," tambahnya.

Dia menjelaskan, dengan memupuk sifat kegotong royongan akan terjadi masyarakat yang guyub makmur, sejahtera, dicintai dan dibanggakan.

Sementara, tidak hanya memperingati hari Bakti gotong royog. Pemkab Ponorogo juga memperingati hari kesatuan gerak PKK.

Dia mengatakan, PKK merupakan organisasi yang mempunyai peran dan fungsi luar biasa melebihi dari pemerintah sendiro. PKK ada di tingkat pusat sampai tingkat dasawisma.

"Ibu-ibu PKK jangan pernah berhenti. Harus bergerak aktif dalam rangka menuju sejahtera makmur," pungkasnya. (mit/ted)

Komentar

?>