Senin, 20 Nopember 2017

Tilik Desa di Kecamatan Jenangan

Ipong: Mengorganikkan Ponorogo Melalui Desa

Jum'at, 10 Maret 2017 21:43:11 WIB
Reporter : Pramita Kusumaningrum
Ipong: Mengorganikkan Ponorogo Melalui Desa
Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni Panen Lele

Ponorogo (beritajatim.com) - Satu per satu visi dan misi Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni terwujud. Mulai dari pembangunan jalan sampai urusan pertanian diuraikan oleh Ipong.

Salah satunya tentang program tanaman organik yang menjadi andalan Ipong. Seperti yang dilakukan Ipong saat melakukan program tilik desa di Desa Wates, Kecamatan Jenangan, Jumat (10/3/2017).

Ipong disuguhi pertanian organik berupa padi organik. Bukan hanya itu saja, bupati yang baru menjabat satu tahun ini juga disuguhi lele organik.

Rupanya kader Partai Gerindra ini sangat kagum. Saat pertama menginjakkan kaki di desa yang berada paling ujung Timur wilayah Kecamatan Jenangan ini, Ipong langsung digiring oleh Gakpotan ke lokasi penaburan benih ikan lele.

Tidak berhenti disitu, Ipong juga turun langsung memanen padi organik. Dan luar biasanya, panen padi organik sudah kedua kalinya.

"Ini sesuai kemauan saya. Menjadikan Ponorogo bumi organik. Karena pertanian organik saya yakini menuju kehidupan sehat," kata Ipong membuka tilik desa di kantor Desa Wates.

Ipong mengaku, sesuai dengan lokasinya memang Desa Wates mendukung. Yakni berada di ujung. Sehingga potensi aliran air bersih.

Karena seperti yang diketahui, baik pertanian organik maupun perikanan organik memerlukan sumber air yang bersih. Namun Ipong juga tidak menutup mata dengan biaya yang cukup besar untuk pertanian organik.

Ipong mengaku, bangga dengan yang dilakukan warga Desa Wates saat ini. Karena berani membuka jalan menuju Ponorogo organik.

Ipong juga berjanji, akan membuka jalan lebih lebar untuk pertanian organik di Desa Wates. "Saya akan minta tolong ke Kepala Dinas Pertanian. Dalam hal ini Pak Hermanto untuk memasukkan list Desa Wates ke dalam proyek percontohan pertanian organik," tambahnya.

Sehingga, lanjut dia, untuk pupuk organik yang diperlukan petani tidak perlu khawatir. Dia menjelaskan, pupuk organik menjadi tanggung jawab Pemkab Ponorogo. Sehingga pupuk organik akan gratis.

Pun masalah pemasaran, Ipong mengaku, petani organik baik di Desa Wates maupun desa lain tidak.perlu khawatir. "Itu menjadi tanggung jawab Pemkab Ponorogo. Menyerap semua hasil pertanian organik," katanya.

Tidak hanya itu, Ipong juga memberikan masukan kepada pelaku petani ikan di Wates. Dia menyarankan, untuk mengganti ikan lele organik ke ikan lain.

"Nanti coba bekerjasama dengan dinas Pertanian, bidang perikanan. Karena seingat saya ada jenis ikan yang lebih menjual dibanding ikan lele," ujarnya.

Tidak melulu membahas pertanian dan perikanan organik, Ipong juga mengontrol apa yang diperlukan masyarakat. Misalnya pembuatan MCK umum di lapangan Desa Wates, perbaikan dam yang notabene rusak parah karena diterjang banjir, pembangunan sekolah diniyah.

"Yang bisa diwujudkan akan saya wujudkan. Tapi jangan semua minta ke Pemkab. Kalau bisa dipenuhi Pemdes juga tidak apa-apa," ujarnya.

Pemaparan Ipong sekaligus menjawab pertanyaan dari warga Desa Wates. Dari enam pertanyaan yang diajukan kepada Ipong, warga mempertanyakan tentang pertanian organik.

Salah satu kepala Gapoktan, Suwaji, mengatakan, memang saat ini mewujudkan pertanian organik sangat sulit. Karena selama ini masih biaya sendiri.

"Saya tadi sudah sampaikan. Kami kesulitan di pengadaan pupuk. Selain itu pemasaran yang belum meluas," ujarnya.

Namun demikian, lanjut dia, semua sudah beres. Jika sesuai jawaban bupati, akan mewujudkan pertanian organik dengan cara pemberian pupuk dan membantu pemasaran secara total.

Setali tiga uang dengan Suwaji, Agus Widod, penanggung jawab BUMDES. Agus meresahkan tentang pemasaran hasil pertanian organik yang belum maksimal.

"Tapi tadi Bupati sudah berjanji akan membantu pemasaran. Sehingga saat ini percaya dulu kepada bupati," pungkasnya. (mit/ted)

Komentar

?>