Senin, 22 Oktober 2018

Kabupaten Mojokerto Terima Penghargaan sebagai Kabupaten Peduli HAM 2016

Sabtu, 10 Desember 2016 12:34:45 WIB
Reporter : Misti P.
Kabupaten Mojokerto Terima Penghargaan sebagai Kabupaten Peduli HAM 2016

Mojokerto (beritajatim.com) - Provinsi Jawa Timur menyabet peringkat I dalam perolehan penghargaan Provinsi Peduli Hak Asasi Manusia (HAM) tahun 2016 dari Kementrian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Republik Indonesia, Kamis (8/12/2016). Penghargaan ini diberikan langsung kepada Gubernur Jawa Timur, Soekarwo, oleh Kemenkumham, Yasonna Laoly.

Gubenur Jawa Timur menerima penghargaan tersebut bersama dengan 38 bupati/walikota se-Jawa Timur termasuk di dalamnya yakni Kabupaten Mojokerto. Wakil Bupati Mojokerto, Pungkasiadi berkesempatan menerima penghargaan tersebut yang dihelat di Gedung Negara Grahadi, Kota Surabaya.

Kemenhumkam, Yasonna mengatakan jika, Propinsi Jawa Timur dinilai sangat concern terhadap penanganan masalah HAM di daerahnya. Alasan inilah yang membawa nama Jawa Timur menyabet peringkat I dalam perolehan penghargaan dan karena faktor ini juga, Jawa Timur dipercaya dan dipilih sebagai tuan rumah penyelanggaraan acara.

"Jawa Timur kami nilai sangat antusias dan  serius dalam  menangani  masalah HAM di daerahnya. Untuk itu, Pemprov Jatim sangat layak mendapat peringkat. Tidak hanya gubernurnya saja, tapi 38 kab/kota se-Jawa Timur juga mendapat penghargaan yang sama. Ini adalah kerjasama yang baik dan antara pemprov dengan pemkab/pemkotnya di daerahnya," ungkapnya.

Sembilan provinsi lain yang mendapat penghargaan serupa adalah Sumatera Utara, Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Jawa Barat, DI Yogyakarta, DKI Jakarta dan Jawa Tengah. Sementara 12 Kanwil yang memperoleh penghargaan karena mendorong lebih dari 50 persen kabupaten/kota di wilyahnya menjadi daerah peduli HAM.

Antara lain, Kanwil Provinsi Sumatera Utara, Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Jawa Barat, Daerah Istimewa Yogyakarta, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Jambi dan Nusa Tenggara Barat. Penghargaan tersebut digelar dalam rangka Peringatan Hari HAM Sedunia ke-68.

Peringatan kali ini mengambil tema yakni 'Harmoni Dalam Hak Asasi Manusia, Kesetaraan Dalam Pemajuan Hak Asasi Manuasia', juga menjadi kanal informasi peningkatan jumlah kab/kota dalam pencapaian implementasi HAM sebagaimana tercantum dalam Peraturan Presiden 75/2015 tentang rencana Nasional HAM periode 2015-2019 dan Permenkumhum 25/2013 tentang Penilaian Kab/Kota peduli HAM.

Yasonna menambahkan, Kemenkumham sebagai perangkat pemerintah yang bertugas dalam memantapakan dan memastikan terlaksananya penghormatan, pemenuhan, perlindungan, penegakan dan pemajuan HAM (P5HAM) di Indonesia, mengajak seluruh lapaisan pemerintah untuk  menjaga keseimbangan dan keselarasan dalam mewujudkan hak asasi manusia.

"Pemerintah harus mampu menjamin hak-hak politik, ekonomi, sosial dan budaya masyarakat. Pemerintah juga harus bisa memberi layanan pendidikan, kesehatan dan jaminan perlindungan kebebasan beragama dan berkeyakinan," tegas Yasonna yang mengutip dari amanat Prseiden RI, Joko Widodo pada peringatan tahun lalu.

Dalam kesempatan ini dilakukan juga penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) untuk penyebarluasan tentang pelaksanaan HAM (P5 HAM), yang ditandatangi Menkumham dan Gubernur Jawa Timur. Sedangkan yang kedua adalah Penganugerahan penghargaan Pemerintah daerah dan Kantor Wilayah Kemenkumham yang kab/Kota di wilayahnya memenuhi kualitas sebagai kab/kota peduli HAM seperti terurai di atas.

Peningkatan penerima penghargaan HAM tahun ini meningkat 70 persen dibanding 2015, dimana diketahui ada 138 kab/Kota dari 29 Provinsi di Indonesia yang memperoleh penghargaan. Sedangkan tahun 2016 ini, jumlah bertambah menjadi 228 kab/kota dari 34 provinsi di Indonesia. Pada tahun 2017 nanti penilaian penghargaan kab/kota peduli HAM akan menggunakan mekanisme penilaian baru.

Hal tersebut sebagaimana diatur dalam Permenkumhum Nomor 34 tahun 2016 tentang Kriteria Kab/kota Peduli HAM. Yakni dengan kreteria baru untuk menyempurnakan kreteria sebelumnya. Dengan penghargaan tersebut, Wakil Bupati Mojokerto, Pungkasiadi mengungkapkan harapannya agar prestasi Kabupaten Peduli HAM yang juga diterima Kabupaten Mojokerto dapat dipertahankan dengan baik.

"Pemkab Mojokerto mengucapkan terimakasih kepada seluruh masyarakat Jawa Timur khususnya warga Kabupaten Mojokerto, atas dukungannya sehingga kita masuk dalam daftar 38 kabupaten/kota se-Jawa Timur penerima penghargaan Peduli HAM tahun 2016. Semoga prestasi ini bisa terus kita jaga dan menjadi milik kita," harapnya.[tin/adv]

Komentar

?>