Selasa, 21 Nopember 2017

DPRD Gresik Gelar Rapat Paripurna Penyampaian Nota RAPBD 2017

Senin, 07 Nopember 2016 19:49:21 WIB
Reporter : Deni Ali Setiono
DPRD Gresik Gelar Rapat Paripurna Penyampaian Nota RAPBD 2017

Gresik (beritajatim.com) - Kesekian kalinya Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gresik menggelar rapat paripurna penyampaian nota RAPBD 2017, Senin (07/11/2016). Rapat dihadiri 34 anggota dewan dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Gresik, Sholahuddin dari F-PKB.

Hadir pula dalam rapat paripurna itu, Wakil Ketua Nur Saidah dari F-Gerindra, Nur Qolib dari F-PPP dan Ketua DPRD Abdul Hamid dari F-Partai Golkar. Usai membacakan pemaparan, Wakil Ketua DPRD Sholahuddin mempersilahkan Wakil Bupati (Wabup) Gresik, M.Qosim untuk membacakan draft RAPBD 2017 dihadapan anggota dewan.

Dalam penyampaiannya, anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) 2017 Kabupaten Gresik terjadi kenaikan yang signifikan dibanding sebelumnya. Draft yang dibacakan Wabup M.Qosim kekuatannya mencapai Rp 3,5 triliun.

Pada saat dibacakan, Wabup M.Qosim yang hadir mewakili Bupati Gresik, Sambari Halim Radianto yang tidak hadir karena harus mengikuti pertemuan dengan Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian di Surabaya.

M.Qosim merinci bahwa RAPBD 2017 untuk sektor pendapatan mencapai Rp 3,5 triliun. Jumlah itu, kontribusi terbesar berasal dari pendapatan asli daerah (PAD), yang mengalami kenaikan sebesar Rp 944 miliar.

Kendati jumlahnya cukup besar, namun M.Qosim merinci masih ada beberapa sektor PAD yang masih belum maksimal. Salah satunya adalah aset daerah yang sangat mungkin bisa menambah PAD. Tapi, hal itu belum dilakukan karena sektor pengelolahan aset belum maksimal.

"Sebenarnya ada hak-hak daerah yang seharusnya ada kenaikan, namun ternyata belum juga ada kenaikan. Akibat pemberlakukan peraturan baru," ujarnya dihadapan anggota dewan.

M.Qosim menjelaskan, sektor optimalisasi retribusi juga dinilainya masih kurang. Sehingga, pendapatan dari sektor retribusi daerah tidak ada peningkatan yang signifikan. Padahal, berdasarkan potensi daerah akan retribusi dapat dimaksimalkan lagi.

Satu lagi yang seharusnya dapat dimaksimalkan untuk menambahkan pendapatan, namun tidak dapat dilakukan oleh pemkab yaitu sektor pajak. Menurut M Qosim, potensi pajak di Kabupaten Gresik cukup menjanjikan. Namun, karena rendahnya kesadaran masyarakat untuk membayar, akibatnya potensinya tidak dapat dimaksimalkan.

"Kami masih berharap sektor pajak dapat dimaksimalkan lagi. Tapi, karena masih rendahnya kesadaran para wajib pajak. Sehingga, belum ada penambahan signifikan dari sektor pajak," paparnya.

Meski begitu, Wabup M Qosim menjelaskan, bila sektor belanja dalam RAPBD 2017 yang dibacakan mencapai Rp3,246 triliun. Hanya saja, diantara belanja tersebut untuk sektor belanja langsung kurang dapat maksimal, karena memang dari sektor pendapatan juga belum maksimal.

“Bila ada program belanja langsung yang tidak mungkin dilakukan penganggurannya dalam satu tahun, maka dapat dilakukan dengan pola multiyears. Dan itu dibenarkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

Usai M.Qosim membacakan draft RABPD 2017 selama satu jam lebih. Wabup Gresik itu mempersilakan anggota dewan melakukan pembahasan, atau masukan terhadap RAPBD 2017.

"Kami persilahkan anggota dewan membahasnya di badan anggaran (Banggar), atau rapat-rapat di komisi sebelum disahkan menjadi APBD 2017," tandasnya. [adv/dny]

Tag : gresik

Komentar

?>