Kamis, 22 Februari 2018
Dibutuhkan Wartawan Kriminal di Surabaya, Usia Maks 27 Tahun, S1, Punya Pengalaman, Kirim lamaran ke beritajatim@gmail.com

Bupati Mojokerto Kedatangan Putra Presiden Jokowi

Kamis, 14 Juli 2016 21:52:23 WIB
Reporter : Misti P.
Bupati Mojokerto Kedatangan Putra Presiden Jokowi

Mojokerto (beritajatim.com) - Universitas Kristen (UK) Petra Surabaya bersama delapan negara menggelar Kuliah Kerja Nyata (KKN) program Community Outreach Program (COP) di Kabupaten Mojokerto. Ratusan peserta KKN yang salah satunya merupakan putra bungsu Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), Kaesang Pangarep tersebut diterima Bupati Mojokerto, Mustofa Kamal Pasa di Pendopo Graha Maja Tama Pemkab Mojokerto.

Kegiatan tersebut akan digelar di lima desa yang ada di dua kecamatan mulai tanggal 14 Juli hingga 3 Agustus 2016 mendatang. Yakni tiga desa di Kecamatan Gondang, Desa Jatidukuh, Gumeng dan Desa Dilem serta dua desa di Kecamatan Jatirejo di Desa Jembul dan Rejosari. Sebanyak 201 peserta tersebut mengikuti COP yakni program tahunan service learning yang diselenggarakan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UK Petra Surabaya.

Rektor UKP, Rolly Intan mengatakan, COP tahun 2016 bertema "Keep Blessing The Nations" tersebut merupakan bentuk pengadian diri kepada masyarakat seperti pengertian KKN pada umumnya. "Namun yang berbeda adalah keterlibatan mahasiswa asing yang ikut bergabung. COP sendiri sudah dirintis sejak tahun 1996 pada awalnya lahir dari kerjasama UKP Surabaya dengan Dongseo University, Busan, Korea Selatan," ungkapnya, Kamis (14/7/2016).

Total peserta COP 2016, lanjut Rolly yakni sebanyak 201 orang dari 15 Perguruan Tinggi di sembilan negara yakni Indonesia, Belanda, Korea Selatan, Jepang, China, Hongkong, Taiwan, Inggris dan Singapura). Sebanyak 141 mahasiswa asing dan 60 mahasiswa Indonesia yakni 51mahasiswa UKP dan sembilan mahasiswa Universitas Katolik Widya Mandira-Kupang NTT. COP 2016  didominasi peserta asing asal Asia Timur tepatnya Korea Selatan yakni mencapai 33 orang.

"Kami merintis COP dari tahun 1996 bekerjasama dengan Dongseo University, Korea Selatan. Tahun-tahun kemarin biasanya hanya ada100-an mahasiswa asing yang terlibat COP UKP, namun di tahun ini mencapai 141 orang. Peserta dari Korea Selatan tiap tahun berkisar hingga 30 orang, tahun ini makin meningkat. Program ini cukup dikenal sukses dan populer di sana, ada ratusan yang apply (mengajukan diri) tapi hanya beberapa yang diterima untuk bisa berangkat ke Indonesia," katanya.

Kolaborasi sembilan negara tersebut, lanjut Rolly, sesuai dengan visi UK Petra yakni menjadi global university. Alumni COP banyak yang telah sukses, mereka membuat jaringan dan saling sharing pengalaman. Kaesang Pangarep sendiri mewakili civitas akademiknya yakni Singapore Institute Management (SIM) University jurusan marketing yang bergabung dengan mahasiswa dari sejumlah universitas bergengsi dunia.

Diantaranya International Christian University, Hong Kong Baptist University, Hong Kong Institute of  Education, Hong Kong University of Science and Technology, University of The Netherlands, Fu Jen University Taiwan, Lignan University, Chinese University of Hong Kong, Guangxi Normal University, Guangxi University of Science and Technology dan Coventry University of London.

Kepala Humas UK Petra Surabaya, Prayonne Adi menambahkan, terkait keterlibatan Kaesang, ia menyatakan bahwa tidak akan ada perlakuan berbeda kepada seluruh peserta. "Untuk persiapan (pengamanan khusus, red) kita tidak ada. Putra presiden akan tinggal di rumah penduduk, sama dengan peserta lain. Ini sesuai dengan tujuan COP sendiri, dimana peserta harus berbaur dan berinteraksi dengan masyarakat maupun peserta lain," tambahnya.

Bupati Mojokerto, Mustofa Kamal Pasa mengatakan, KKN atau COP dalam sistem akademik di UK Petra Surabaya merupakan salah satu penerapan konseptual berbentuk pengabdian dan pemberdayaan kepada masyarakat. Dirinya mengaku senang dan bahagia bisa menerima tamu mahahsiswa-mahasiswa asing yang ingin belajar hidup dari kearifan lokal masyarakat Kabupaten Mojokerto.

"Kami tahu bahwa peserta COP 2016 UK Petra Surabaya banyak yang berasal dari negara-negara maju Eropa dan Asia. Saya pribadi merasa senang dan salut atas semangat para peserta, yang terbiasa dengan modernitas dalam tataran ‘sangat maju’ namun mau belajar tentang kesederhanaan. Asia Timur khususnya dan Eropa sangat powerfull dalam pembangunan fisik, SDM dan edukasi baik, maupun IT canggih. Mungkin capaian yang diraih usai COP nanti, mampu memberi kontribusi perencanaan pembangunan di Kabupaten Mojokerto," pungkasnya.[adv/tin]

Berita Terkait

    Komentar

    ?>