Advertorial

Peringati Hari Bela Negara ke-71, Khofifah Jelaskan Aktualisasi Bela Negara di era Kekinian

Surabaya (beritajatim.com) – Peringatan Hari Bela Negara ke-71 tahun 2019 yang dilaksanakan setiap tahunnya itu diperingati oleh Pemprov Jatim.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa yang memimpin peringatan tersebut menjelaskan soal aktualisasi bela negara di era kekinian. Sedangkan, sebagai Komandan Upacara adalah Kepala Bakesbangpol Provinsi Jawa Timur, Drs Ec Jonathan Judianto MMT.

“Di mana bela negara tersebut dimaksudkan menjadi manusia paripurna yang tidak hanya memiliki kapasitas dan keterampilan yang tinggi dan pemenuhan kebutuhan sendiri dan golongannya saja, tapi juga siap menghadapi interaksi dan persaingan global yang kian kompetitif,” kata Gubernur Khofifah membacakan amanah Presiden RI Joko Widodo di Upacara Hari Bela Negara Tahun 2019 di halaman Kantor Gubernur Jatim, Kamis (19/12/2019).

Lebih lanjut Khofifah menjelaskan, bahwa bela negara di era kekinian, harus dilakukan secara terus menerus oleh seluruh komponen masyarakat. Yakni, sesuai dengan profesinya masing-masing, tanpa memandang usia, suku, agama dan ras. Serta, dilakukan secara terstruktur, sistematis, masif, dengan prioritas dan implementasi yang terukur.

Profesi ASN misalnya, kata Khofifah, dapat membela negara dengan mereformasi diri, serta meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pelayanan publik. Bagi profesi guru, dapat terus belajar dan mengajar, meningkatkan kearifan dan pengabdian kepada masyarakat secara jujur, berimbang dan bertanggungjawab.

“Yang menjalankan usaha atau bisnis, tingkatkanlah terus daya saing secara sinergis dengan segenap tujuan negara. Demikian pula segenap masyarakat dengan beragam profesinya, jadikan bidang profesi masing-masing sebagai ladang bela negara,” tegasnya.

Gubernur perempuan pertama di Jatim ini menambahkan, bahwa dalam mewujudkan bela negara mendapat tantangan yang berat dan beragam di era sekarang. Hal ini telah diingatkan oleh Presiden RI Pertama, Bung Karno. Bahwa, perang modern bukan sekadar perang militer, melainkan peperangan yang menyangkut seluruh aspek kehidupan masyarakat.

“Semakin beragamnya ancaman, gangguan, hambatan dan tantangan itu, hanya bisa dihadapi dengan keberagaman keahlian yang saling terkait dan mengisi.

“Di sinilah terletak relevansi tekad kita untuk mewujudkan SDM unggul demi kemajuan Indonesia yang kita canangkan sebagai tema Peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-74,” jelasnya.

Membangun SDM Indonesia yang unggul, imbuh Gubernur Khofifah, harus melibatkan segenap jajaran kementerian/lembaga dan pemerintah daerah, serta berbagai elemen masyarakat sebagai wujud apresiasi atas berbagai keahlian manusia di Indonesia.

“Aksi bela negara juga melengkapi keahlian SDM kita, dengan pengalaman dan nilai-nilai bela negara yang meliputi cinta tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara, kesetiaan dan keyakinan kepada Pancasila sebagai ideologi negara, kerelaan berkorban untuk bangsa dan negara, serta kemampuan awal bela negara dan semangat untuk mewujudkan negara yang berdaulat, adil dan makmur,” imbuhnya.

Tanpa sikap dan perilaku bela negara, lanjut Khofifah, maka pengelolaan negeri yang besar dan luas dengan sumber daya alamnya yang melimpah, tentu tidak akan mencapai keadilan dan kemakmuran yang dicita-citakan oleh seluruh pendahulu bangsa. Karena itu, penanaman nilai-nilai dasar bela negara harus dilakukan secara terus-menerus.

“Bela negara bukan hanya menjadi alat untuk menghadapi ancaman yang bersifat potensial maupun aktual, namun juga menjadi alat pencapaian tujuan naisonal bangsa, dalam jangka panjang yang memerlukan kerja keras, serta sinergi bersama,” pungkasnya. [tok/Adv]

Apa Reaksi Anda?

Komentar