Advertorial

KPU Gandeng PWI, IJTI dan AJI Kawal Pilkada Banyuwangi

Banyuwangi (beritajatim.com) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Banyuwangi menggelar pertemuan santai dengan sejumlah organisasi wartawan di Banyuwangi. Di antaranya, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Aliansi Jurnalis Independen (AJI) dan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) di rumah makan Ijen Isun, Jl. Ijen, Kelurahan Banjarsari, Kecamatan Glagah.

Acara itu bertajuk ‘Sosialisasi Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Banyuwangi 2020 dengan Pihak Lain. Hadir dalam kegiatan tersebut, tiga komisioner KPU Dian Mardiyanto, Ari Mustofa dan Eko Sumanto serta wartawan senior Banyuwangi, Syaifudin Mahmud.

Pertemuan itu tak lepas dari bahasan tentang perhelatan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati (Pilbup) Banyuwangi 2020 menyisakan waktu 9 bulan lagi. Banyak hal yang menggelitik disampaikan mengenai perjalanan politik pilihan pemimpin di Bumi Blambangan ini.

Salah satunya, redupnya nuansa kontestasi bakal calon (bacalon) pengganti Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas. Bahkan, hingga detik ini cenderung masih belum terlihat alias adem ayem.

Kondisi politik di kabupaten ujung timut Pulau Jawa ini bahkan berbanding terbalik dengan sejumlah Kabupaten/Kota yang juga menyelenggarakan pilkada serentak 2020. Di mana, geliat politik cabup/ bacabup sudah mulai terasa, bahkan cenderung memanas.

Ada beberapa faktor, kata Syaifudin Mahmud, yang menyebabkan kontestasi cabup Banyuwangi adem ayem. Pertama, kemungkinan ada rasa minder atas keberhasilan pada masa kepemimpinan Bupati Abdullah Azwar Anas selama dua periode.

Kedua, para bacalon masih menunggu kepastian rekomendasi dari partai politik. Padahal, awal tahapan pilbup 2020, sudah ada beberapa tokoh yang mulai muncul mendaftar di partai politik.

“Kalau kita lihat, saat ini Banyuwangi sudah menjadi barometer Kabupaten/Kota di Indonesia. Bisa jadi ini yang membuat para bacalon minder atas keberhasilan Bupati Anas,”

“Namun akhir-akhir ini kembali adem ayem. Kemungkinannya bacalon masih nunggu rekom dari DPP, mengingat kewenangan menerbitkan rekom ada ditangan pusat,” kata Syaifudin Mahmud yang juga Ketua PWI Banyuwangi ini.

Prediksinya, Januari kemungkinan kontestasi pemilihan bupati akan kembali bergeliat. Karena, saat itu juga akan ada beberapa kandidat yang sudah mendapat kepastian rekomendasi dari partai politik.

“Jadi kita tunggu saja bagaimana rekomendasi itu muncul, kemungkinan nama-nama juga akan menyertai. Jadi, saatnya untuk teman-teman ini juga mulai menanyakan itu kepada partai politik,” ujarnya.

Sementara Komisioner KPU Banyuwangi Divisi Teknis, Ari Mustofa menyampaikan, akan terus melakukan sosialisasi mengenai Pilkada Banyuwangi ini. Termasuk tahapan pencalonan maupun tahapan pemilihan kepada masyarakat.

“Bagaimanapun juga ini tugas kami untuk menyampaikan kepada masyarakat. Termasuk sosialisasi untuk suksesnya pemilihan bupati dan wakil bupati di Banyuwangi,” katanya.

Mengenai pencalonan bupati dan wakil bupati Banyuwangi memang diakui masih sepi. Sejauh ini baru dua bacalon dari jalur perseorangan yang berkonsultasi ke KPU. Keduanya yakni Purnomo dan Satinem.

“Keduanya berkonsultasi tentang persyaratan calon independen. Salah satu syarat ialah harus berpasangan. Namun keduanya masih belum memiliki pasangan yang akan diajak bertarung dalam Pilbup 2020,” pungkasnya. (adv/rin)

Apa Reaksi Anda?

Komentar