Advertorial

Komisi C DPRD Sidoarjo Sidak Proyek-proyek Sekolah, Ini Hasilnya..

Sidoarjo (beritajatim.com) – Komisi C DPRD Sidoarjo, terdiri unsur pimpinan dan anggota, melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) ke sejumlah proyek bangunan SDN di Kecamatan Balongbendo.

Dalam sidak yang dipimpin Ketua Komisi C, Suyarno itu, di bagian kontruksi pemasangan keramik sekolah, sepertinya asal-asalan.

Ada tiga sekolah yang disidak oleh wakil rakyat tersebut. Diantaranya SDN Kemangsen I, SDN Penambangan, dan SDN Bakalan Wringinpitu I, Kecamatan Balongbendo.

“Tiga lokasi yang di sidak ini sudah masuk pemetaan Komisi C DPRD Sidoarjo. Sidak ini dilakukan agar proyek pembangunan SDN sesuai spesifikasi, dan tidak menimbulkan insiden bangunan sekolah roboh seperti terjadi di Kota Pasuruan,” kata Ketua Komisi C DPRD Sidoarjo, SuyarnoRabu (27/11/2019).

Suyarno menambahkan, meski bangunan rehab SDN Kemangsen I sudah diserahkan ke pihak sekolah, namun pihaknya memberikan sejumlah catatan.

“Setiap proyek itu baik secara kualitas dan kuantitas harus diperhatikan. Kami melihat proyek ini secara kuantitas masih kurang. Apalagi kualitasnya juga kurang,” papar politisi PDI Perjuangan tersebut.

Ungkapan sama juga disampaikan anggota Komisi C DPRD Sidoarjo, M Nizar. Menurut Nizar, proyek ini dikerjakan asal-asalan. Dia mencontohkan dalam pemasangan keramik dinding di luar kelas dan pintu dalam kelas, kurang layak.

“Yang di sisi selatan diganti baru tapi yang di utara tidak diganti, tetap pakai kayu. Ini kan ruangan satu kesatuan. Kami melihat ada yang tidak beres dalam proyek ini,” imbuhnya.

Anggota Komisi C DPRD Sidoarjo melakukan Sidak ke proyek pembangunan sekolah di Balongbendo Kabupaten Sidoarjo

Anggota Komisi C DPRD Sidoarjo melakukan Sidak ke proyek pembangunan sekolah di Balongbendo

Mestinya, sambung pria yang menjabat Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Sidoarjo itu, yang dikatakan rehab ruangan harus secara keseluruhan termasuk keramik dinding luar kelas.

“Yang kita jumpahi tadi seperti ditambal sulam,” tegasnya sambil menunjuk pasangan keramik dinding itu.

Para wakil rakyat yang sidak didampingi para dewan guru. Kepala Sekolah SDN

Kemangsen I I Prayit yang dikonfirmasi anggota dewan, mengaku tidak tahu menahu soal proyek bangunan di sekolah yang dipimpinnya itu.

“Siapa pelaksana proyek (CV) muapun konsultan pengawasnya dalam pengerjaan proyek ini kami tidak tahu. Apalagi pagu anggarannya, kami juga tidak tahu. Silahkan tanya ke dinas. Kami hanya diberi kunci saat serah terima,” tandasnya melalui ponselnya kepada wakil rakyat yang sidak.

Sementara sidak di SDN Penambangan, pembangunan dua ruangan bertingkat itu belum selesai seratus persen. Begitu juga saat rombongan sidak di SDN Bakalan Wringinpitu.

Pembangunan 2 ruang bertingkat itu menelan biaya Rp 684,6 juta dikerjakan CV Jember Usaha dan konsultan pengawas CV Tisaga Utama Konsultan. [isa/adv]

Apa Reaksi Anda?

Komentar