Advertorial

Ikuti Penilaian Kota Sehat 2019

3 Inovasi Kota Mojokerto Curi Perhatian Tim Verifikasi

Mojokerto (beritajatim.com) – Seyogianya, memiliki Kota Sehat yang aman untuk lingkungan merupakan idaman dan cita-cita bagi seluruh warga di seluruh Indonesia, tak terkecuali Kota Mojokerto. Dan kali ini, Kota Mojokerto kembali mengikuti penilaian Kota Sehat 2019 dengan predikat Kota Sehat Swasti Saba Wiwerda.

Berbagai indikator khusus untuk memenuhi kategori sebagai kota sehat, telah dilakukan oleh Pemerintah Kota Mojokerto bersama dengan dukungan masyarakat. Mulai dari kawasan pemukiman, udara bersih, kebersihan air sungai, penyediaan air bersih untuk individu maupun umum, pembuangan limbah domestik dan pengelolaan sampah.

Selain itu, tak ketinggalan pertamanan, hutan kota, sekolah, pengelolaan pasar, sarana olahraga dan taman bermain anak-anak pun menjadi prioritas menuju kota sehat 2019. Tak hanya kebersihan, penataan sektor informal seperti pedagang kaki lima dan industri rumah tangga menjadi tugas pokok dalam penilaian.

Selain terkait pemukiman, indikator Kota Sehat juga meliputi kawasan tertib lalu lintas, pelayanan transportasi, kawasan pariwisata, kawasan industri perkantoran, ketahanan pangan dan gizi, serta kehidupan sosial yang sehat. Dengan persiapan dan kesiapan yang telah dibangun sejak lama, Pemerintah Kota Mojokerto optimis dapat meraih predikat Kota Sehat Swasti Saba Wiwerda.

Bertempat di Aula Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko), Wakil Wali Kota Mojokerto Achmad Rizal Zakaria bersama Sekretaris Daerah Harlistyati, Dandim 0815 Mojokerto Letkol Kav Hermawan Weharima, Kejaksaan Negeri Kota Halila Rama Purnama, anggota DPRD Kota Sonny Basoeki, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan Forum Kota Mojokerto Sehat 2019 menyambut tim verifikasi dari pusat dan provinsi, Rabu (4/9/2019).

Selama dua hari, Tim Verifikasi Kota Sehat melaksanakan penilaian di Kota Mojokerto. Selama penilaian berlangsung, Tim Verifikasi dibuat terkesima oleh kekompakan masyarakat Kota Mojokerto yang penuh antusias dalam menggalakan program dari World Health Organization (WHO) ini, melalui Kementerian Dalam Negeri bersama Kementerian Kesehatan.

Ada tiga inovasi Kota Mojokerto yang mencuri perhatian para juri dari pusat ini. Yakni, penanganan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), tempat pembuangan akhir (TPA) Randegan sebagai tempat edukasi wisata dan bank sampah untuk pembayaran pajak.

“Kota Mojokerto ini, merupakan bagian dari 26 Kabupaten/Kota di Jawa Timur yang kami datangi untuk penilaian Kota Sehat. Setelah dua hari saya di sini, banyak inovasi berbeda yang cukup terlihat. Ada tiga poin yang membuat kami terkesima. Penanganan kejiwaan, TPA edukasi wisata dan bank sampah untuk pajak,” kata Ketua Tim Verifikasi Kota Sehat, Sofwan, Kamis (5/9/2019).

Selain tiga keunggulan tersebut, masih ada satu hal lagi yang membuat tim verifikasi tercengang. Yakni kampung tertib lalulintas yang dimiliki warga Lingkungan Miji Baru III. Dimana inovasi tersebut digagas oleh masyarakat setempat untuk menciptakan lingkungan yang aman, nyaman dan bebas dari pelanggaran lalulintas.

“Selama saya penilaian diberbagai tempat, hanya di Kota Mojokerto yang memiliki inovasi kampung tertib berlalulintas. Ini merupakan sebuah gagasan yang bagus untuk lingkungan yang sehat. Ini unik loh, kampung transportasi tertib berlalu-lintas,” imbuhnya.

Sementara itu, Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mengucapkan terima kasih atas kunjungan dari tim verifikasi kota sehat, yang telah melakukan penilaian selama dua hari sejak 4-5 September 2019.

“Semoga, segala upaya dan dukungan yang selama ini dilakukan bersama-sama dengan masyarakat dapat membawa Kota Mojokerto menyandang predikat Swasti Saba Wiwerda tahun ini,” kata Ning Ita.[tin/adv]

Apa Reaksi Anda?

Komentar