Advertorial

Gelorakan Literasi, Ipong Ingin Bangun Taman Baca di Ponorogo

Ponorogo (beritajatim.com) – Memperingati hari Sumpah Pemuda yang jatuh setiap tanggal 28 Oktober, Pemkab Ponorogo menggelar gebyar literasi Ponorogo.

Ada beberapa kegiatan yang diadakan, dan puncaknya acara talk show  yang dilaksanakan di Gedung Sasana Praja. Dengan narasumber Bupati Ipong Muchlissoni dan para pemerhati literasi. Yakni Lenang Manggala (Founder GMB-Indonesia), Nurina Sharfina (CEO Bukasuara) dan Gisneo Pratala Putra (CTO Garuda Tauberes). Talk show dengan tagline kondang karyane maju budayane itu pengalaman masing-masing narasumber dibidang literasi.

”Memang untuk masyarakat umum, literasi ini masih belum familiar,” kata Ipong seusai acara, Senin (28/10/2019).

Padahal gerakan literasi, kata Ipong sangat bagus dan penting sekali. Dia mengungkapkan jika literasi itu terdiri 4 komponen, yakni membaca, menulis, menghitung dan belajar.

Ipong menyebut jika kalian ingin tahu kabar dunia, membacalah. Jika ingin menghambarkan dunia menulislah, dan jika kalian ingin cermat dalam hidup berhitunglah.

”Dan jika kalian ingin menuntut ilmu, belajarlah,” katanya.

Untuk menggelorakan literasi di bumi reyog, Bupati Ipong akan berencana membuat taman bacaan. Taman baca nanti, akan ditempatkan di sudut-sudut Ponorogo. Seperti di taman dekat perempatan Jeruksing, taman wengker park dan taman Kelonosewandono.

”Masih memikirkan konsep detailnya, tapi keinginannya seperti taman bacaan itu,” katanya.

Sementara itu Lenang Manggala mengungkapkan bahwa pendidikan ialah kunci penting dalam menyalakan masa depan bangsa. Secara spesifik, menguat-kembangkan budaya literasi adalah salah satu jalan terbaik untuk mempercepat laju lokomotif perubahan di negeri ini.

”Dengan budaya literasi, seseorang dapat meningkatkan keilmuan, wawasan, kompetensi, dan karakternya,”

Dia menambahkan untuk menyiapkan generasi muda dengan kualitas budaya literasi yang mumpuni, otomatis menjadi syarat kunci bagi lahirnya generasi penerus yang siap untuk memimpin perubahan di negeri ini.

”Masa depan Indonesia yang menyala adalah cita-cita, pengembangan budaya literasi adalah cara, dan program Gerakan Sekolah Menulis Buku adalah upaya nyata bersama untuk meraih cita-cita,” pungkas founder GMB-Indonesia ini.(end/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar