Advertorial

DPRD Gresik Sidak Drainase Beralih Fungsi

Wakil Ketua DPRD Gresik, Nur Qolib turun ke lapangan meninjau langsung sejumlah drainase yang beralih fungsi di Kecamatan Menganti Gresik

Gresik (beritajatim.com)- Untuk kesekian kalinya, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Gresik, melakukan inspeksi mendadak atau sidak ke sejumlah jalan yang tergenang banjir.

Dalam sidak di Jalan Raya Boboh Menganti Gresik. Wakil Ketua DPRD Gresik, Nur Qolib turun ke lapangan meninjau langsung sejumlah drainase yang beralih fungsi. Sehingga, luapan air dari Kali Lamong menggenangi jalan tersebut.

Politisi asal PPP itu, tanpa dikomando turun sendiri ke lapangan sambil mengecek langsung, ke jalan yang tergenang air setinggi 30 cm akibat tersumbatnya drainase.

“Sebenarnya upaya penanganan banjir seperti yang saya lihat sudah dikomunikasikan dengan Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Namun, konsep dari pemerintahan pusat penanggulangannga secara tuntas terkait dengan pembebasan lahan. Sementara bukti Gresik selama ini tidak berhasil,” ujar Nur Qolib, Sabtu (2/02/2019).

Wakil Ketua DPRD Gresik itu menuturkan, ide dalam pemikirannya dalam penanganan banjir melakukan pengerukan. Tetapi, saat dilakukan penghitungan. Dalam hal ini anggaran, usulan dari pemerintah pusat tidak diperbolehkan menggunakan dana APBD. Sebab, persoalan anggaran penanganan banjir sudah disediakan. Karena itu, kalau menggunakan dana APBD sama saja dengan membuang anggaran.

“Akhirnya kami menggunakan konsep sudetan untuk menangani banjir musiman. Namun, gagasan tersebut melibatkan semua unsur terkait,” tuturnya.

Mengenai persoalan banjir akibat drainase yang beralih fungsi di Jalan Raya Boboh Menganti Gresik. Nur Qolib menegaskan DPRD Gresik sebetulnya sudah memanggil stoke holder terkait. Tidak hanya itu, surat teguran juga sudah dilayangkan ke sejumlah perusahaan yang diduga menutup saluran drainase.

“Kami menghimbau pemerintah dalam hal ini eksekutif membuat surat teguran lagi jangan menutup drainase. Kalau tidak diabaikan. Dewan meminta ke pemda melakukan di sejumlah titik. Kendati anggarannya cuma sedikit,” ungkapnya.

Diakui Nur Qolib, keberadaan drainase sebenarnya untuk memperlancar saluran air saat air meluap sewaktu musim hujan. Karena itu, pemda khususnya Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPU-TR) Gresik segera mendata sejumlah titik drainase.

Hal itu mudah dilakukan asal mengkedepankan data melalui pengembangan IT. Bukan sebaliknya mengandalkan cara konvensional atau manual saat mendata data drainase.

Ia menambahkan, banjir yang terjadi di Jalan Raya Boboh Menganti Gresik. Dikarenakan air yang menggenangi jalan tidak tersalurkan secara optimal. Padahal, jarak antara drainase tidak terlalu jauh. Tapi, kenyataannya drainaae itu tertutup bangunan. Bahkan, hilang berubah fungsi.

“Lima belas tahun lalu masih ada sungai kecil yang dekat dengan drainase. Tapi sekarang sudah berubah tertutup sampah. Malah ada yang hilang tertutup bangunan,” tukasnya.

Ketidaknyamanan meluap air hujan di Jalan Raya Boboh Menganti Gresik, juga sangat dirasakan oleh Iin Indrawati (50) pemilik salon yang membuka usahanya di pinggir jalan.

Menurut Iin sapan akrabnya, saat musim hujan seperti sekarang. Air yang meluap masuk ke salon miliknya. Malahan saat hujan di malam air. Air yang meluap bisa setinggi lutut orang dewasa.

“Tolong pemerintah jangan diam saja. Ini terjadi karena drainase-nya tersumbah bahkan sudah ditutup oleh bangunan. Sehingga, air yang meluap menggenangi jalan,” tukasnya.

Sementara itu, secara terpisah Kepala DPU-TR Gresik, Gunawan menyatakan terkait dengan tidak berfungsinya drainase pihaknya sudah melakukan pendataan terkait dengan itu.

“Kami sudah mendata ada beberapa drainase yang tersumbat. Dalam waktu dekat segera dilakukan pengerukan supaya air tidak menggenang lagi,” tandasnya. (adv/dny)

Apa Reaksi Anda?

Komentar