Advertorial

DPRD Gresik Siapkan Perda Permudah Investor Masuk


Batam (beritajatim.com
)- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Gresik akan menyiapkan peraturan daerah, atau perda mempermudah investor masuk ke Kabupaten Gresik. Keberadaan Perda tersebut nantinya dijadikam pedoman guna mempermudah perizinan bagi investor.

Wakil Ketua DPRD Gresik, Nur Qolib mengatakan, adanya perda tersebut juga diharapkan akan menarik investor sebanyak-banyaknya menanamkan modal usahanya di Kabupaten Gresik. Sebab, selama ini dewan menganggap sinergitas antar lembaga organisasi perangkat daerah (OPD) masih dianggap kurang mendukung kemudahan berinvestasi di Gresik.

“Selama ini memang sudah ada OPD yang mengurusi. Tetapi, masih ada kelemahan dan hal itu menjadi PR utama dewan kedepannya,” ujarnya, kemarin (24/02/2019) usai Workshop Media Transformasi dan Tata Kelola Industri di Era Revolusi 4.0 di Hotel Harris Batam, Kepulauan Riau.

Menurut Nur Qolib, selain memperbaiki sinergitas antar OPD. Terkait dengan ini, dewan juga akan memanfaatkan
perkembangan teknologi. Pasalnya, Gresik menjadi salah satu tujuan utama investasi.

“Ada dua persoalan besar selama ini mengenai bagaimana menarik investor. Pertama, soal tenaga kerja serta sinergitas dengan memanfaatkan teknologi,” ujarnya.

Untuk tenaga kerja lanjut Nur Qolib, tidak hanya meningkatkan ketrampilan saja. Tapi, juga bagaimana dengan teknologi tenaga kerja di Gresik bisa bersaing dengan tenaga kerja asing di era millenial.

“UMK pekerja di Gresik memang tertingggi di Jatim. Tapi, mereka belum maksimal sebab saat ini tenaga kerja yang harus dipersiapkan adalah bisa memanfaatkan teknologi di era revolusi 4.0,” ungkapnya.

Sementara Ketua Komisi III DPRD Gresik Asroin Widiana menuturkan, mengenai kemudahan berinvestasi juga menyiapkan pelatihan yang mengarah ke arah teknologi.

“Kami juga akan menata tata kelolah industri. Dimana, investor diberi kemudahan dan perusahaan yang berdiri diberi tata ruang. Sehingga, industri baru yang berdiri tidak berdiri di lahan pertanian. Sebagai, antisipasinya harus ada RT RW-nya,” paparnya.

Di tempat yang sama Dimas A.R selaku Pear Bussiness Support Specialist of SKK Migas Jabanusa yang turut mengisi acara works shop media menuturkan, di setiap lini industri pihaknya beradaptasi dengan adanya era revolusi 4.0.

“Sebab, jika dikaitkan dengan hulu migas muncul banyak peluang,” tukasnya.

Ia menambahkan, saat ini di Indonesia ada 216 wilayah kerja (WK) salah satunya di Gresik, dan belum semua dieksplorasi. Dari jumlah itu, terbagi onshore dan offshore.

“Ada 128 cekungan 74 belum dieksplorasi. Potensinya masih sangat bagus dan seksi. Harapanya, dengan revolusi industri 4.0 bisa ditingkatkan lagi,” tambahnya.

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Gresik, Sholahuddin mengatakan, kegiatan seperti sangat penting karena memberi wawasan kepada wartawan.

“Harapan kami melalui kegiatan workshop ini wawasan wartawan yang bertugas semakin bertambah,” pungkasnya. adv/dny

Apa Reaksi Anda?

Komentar