Advertorial

Bupati Ipong Launching Layanan Terpadu Satu Atap Untuk Pekerja Migran Indonesia Dari Ponorogo

Kadis Tenaga Kerja Ponorogo Bedianto menerangkan kepada Bupati Ipong Muchlissoni bagian-bagian dari kantor LTSA PPPMI

Ponorogo (beritajatim.com) – Bupati Ponorogo melaunching kantor layanan terpadu satu atap penempatan dan perlindungan pekerja migran Indonesia (LTSA PPPMI) di lingkungan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Ponorogo Jln Budi Utomo No 12 Kelurahan Ronowijayan Kecamatan Siman Ponorogo pada Rabu (27/2/2019).

Dengan adanya LTSA PPPMI dimaksudkan untuk lebih memudahkan kepada masyarakat bumi reyog ini yang akan pergi bekerja ke luar negeri.

“Dengan adanya LTSA PPPMI ini keberangkatan ke luar negeri dapat dipermudah. Mengurus di Ponorogo saja sudah bisa,” katanya.

Jumlah pekerja migran dari Ponorogo, Ipong menyebut ada sekitar 35.400 orang, yang mana itu merupakan jumlah tertinggi di Provinsi Jawa Timur. Dan itu sangat berkontribusi besar dan signifikan dalam Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Ponorogo. Dari total PDRB sekitar 6 trilyun, pekerja migran itu menyumbang sebesar 1,9 trilyun.

“30 persen PDRB bersumber dari pekerja migran Indonesia dari Ponorogo,” katanya.

Dengan kontribusi yang besar tersebut, Pemkab Ponorogo membangun kantor LTSA PPPMI untuk mewujudkan efektifitas dan efisiensi dan transparansi dalam pengurusan dokumen. Selain itu juga untuk meminimalisir kasus PMI ilegal, dan human traficking.

“Tidak ada alasan lagi PMI ilegal, karena sekarang mengurusnya gampang. Selain itu dengan adanya LTSA PPPMI ini mereka yang bekerja ke luar negeri lebih terlindungi dengan adanya BPJS Ketenagakerjaan dan Kesehatan,” pungkasnya.

Launching LTSA PPPMI ini juga dihadiri oleh perwakilan dari Kementrian Tenaga Kerja RI, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Timur, Setiajit. Kepala Dinas Tenaga Kerja Ponorogo, Bedianto. perwakilan BNP2TKI dan sekitar 500 orang calon pekerja migran Indonesia dari Ponorogo.[adv/end]

Apa Reaksi Anda?

Komentar