Advertorial

Bawaslu Bojonegoro Apel Siaga Pengawasan Pemilu 2019

Bojonegoro (beritajatim.com) – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Bojonegoro melakukan Apel Siaga Pengawas Pemilu 2019 dengan mengerahkan seluruh jajaran pengawas di wilayahnya. Apel siaga diikuti ribuan pengawas dilakukan di Gedung Olahraga (GOR) Dabonsia, Kecamatan Dander, Minggu (14/4/2019).

Ketua Bawaslu Kabupaten Bojonegoro, Moch Zaenuri mengatakan bahwa tujuan utama kegiatan tersebut untuk menyukseskan Pemilu 2019. Memilih langsung wakil-wakil rakyat mulai dari tingkat DPRD Kabupaten atau Kota, DPRD Provinsi, DPR RI, DPD RI, dan pemilihan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia, di Kabupaten Bojonegoro, agar berjalan dengan aman, tertib dan kondusif.

“Pada tanggal 17 April 2019 nanti akan dilaksakan pesta demokrasi yang patut dirayakan penuh suka cita, damai dan penuh kebanggaan,” kata Zainuri.

Dengan apel siaga Bawaslu mengantisipasi kampanye terselubung dan politik uang selama masa tenang. Dalam kegiatan tersebut melibatkan seluruh pengawas dari tingkat kecamatan hingga paling bawah yakni PTPS. Sedikitnya, ada sebanyak 4.572 PTPS, 430 panwasludes dan ditambah 3 orang pengawas di tingkat kecamatan.

“Antisipasi yang dilakukan ketika memasuki hari tenang mewaspadai kaitannya dengan kampanye terselubung dan patroli antisipasi adanya politik uang. Sedangkan dalam pelaksanaan pencoblosan, fokus pengawasan di TPS,” tambah Komisioner Bawaslu, M Alfianto.

Alfian mengatakan, sejauh ini Bawaslu Bojonegoro belum menemukan bentuk pelanggaran politik uang yang dilakukan oleh kontestan maupun tim pemenangan dalam Pilpres maupun Pileg 17 April 2019 mendatang. Bawaslu, kata dia, selama ini lebih menekankan dalam upaya pencegahan terhadap bentuk pelanggaran.

“Bawaslu juga bekerjasama dengan penegak hukum membentuk satgas untuk mengantisipasi politik uang,” jelasnya di sela apel dengan mengambil tema “Tolak Segala Bentuk Praktik Politik Uang, Demi Pemilu Yang Luber, Jurdil, Berkualitas dan Bermartabat”.

Sementara Kapolres Bojonegoro, AKBP Ary Fadli menuturkan bahwa proses pelaksanaan pemilu serentak kali ini akan memakan waktu yang cukup panjang. Pihaknya berharap agar anggota Bawaslu Kabupaten Bojonegoro selalu berkoordinasi dengan aparat keamanan TNI dan Polri, dengan tujuan untuk memujudkan Pemilu 2019 dapat berjalan dengan sukses.

Kapolres juga menyampaikan bawah ada isu-isu yang bergelojak di masyarakat, yang sengaja ingin mengacaukan jalannya proses Pemilu 2019 serta mengganggu keamanan. Menurut Kapolres, aparat keamanan telah membuat mekanisme pola pengamanan yang ada di TPS, yaitu menempatkan personel Polri dan TNI.

“Kami harap dengan kerjasama antara aparat keamanan dari TNI, Polri dan Bawaslu dalam menjaga keamanan Pemilu 2019 di wilayah Kabupaten Bojonegoro, dan berjalan dengan aman dan kondusif,” kata Kapolres.

Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah, mengatakan dalam pemilu kali ini, merupakan awal dari pemilu serentak, maka Bawaslu sebagai pengawas, mempunyai tugas yang berat dalam mengawasi jalanya Pemilu 2019 di wilayah Kabupaten Bojonegoro. “Kita harus mengantisipasi adanya money politik, yang membeli suara rakyat demi kepentingan pribadi, dari partai maupun calon legislatif,” ujarnya.

Selanjutnya Bupati juga berharap kepada TNI dan Polri, sebagai aparat pengamanan untuk melakukan deteksi dini, adanya isu-isu yang berkembang, yang dapat mengganggu jalannya proses pesta demokrasi Pemilu 2019, khususnya di wilayah Kabupaten Bojonegoro. “Maka perlu pengawasan yang maksimal dari Bawaslu, TNI dan Polri, serta melibatkan masyarakat, demi mewujudkan Pemilu bersih,” pungkasnya.

Sekadar diketahui, dalam apel siaga tersebut dihadiri Bupati Bojonegoro, Anna Mu’awanah; Kapolres Bojonegoro, AKBP Ary Fadli; Dandim 0813 Bojonegoro, Letkol Arh Redinal Dewanto; jajaran Forpimda Bojonegoro; Bawaslu Provinsi Jawa Timur, Komisioner Bawaslu Bojonegoro berikut jajaran di tingkat kecamatan dan desa serta Pengawas TPS, se-Kabupaten Bojonegoro. [lus/adv]

Apa Reaksi Anda?

Komentar