Advertorial

Apel Pergeseran Pasukan PAM TPS Pilkades Serentak Kabupaten Mojokerto tahun 2019

Ribuan Pasukan Gabungan Amankan Pilkades SerentakĀ 

Mojokerto (beritajatim.com) – Sebanyak 2.170 orang pasukan gabungan TNI-Polri, disiagakan untuk melaksanakan pengamanan pemungutan suara pada gelaran Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak 2019 di Kabupaten Mojokerto. Amanat ini disampaikan Wakil Bupati (Wabup) Mojokerto Pungkasiadi.

 

Apel Pergeseran Pasukan PAM TPS Pilkades serentak Kabupaten Mojokerto tahun 2019, digelar di Lapangan Sekolah Polisi Negara (SPN) Desa Pacing, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto, Selasa (22/10/2019) sore. Wabup Mojokerto, Pungkasiadi bertindak sebagai inspektur upacara.

 

“Bersama unsur terkait sebelum melaksanakan tugas pengamanan, diharapkan semua perencanaan yang telah dipersiapkan dapat berjalan dengan optimal sehingga memberikan rasa aman kepada panitia penyelenggara calon kepala desa dan menjamin masyarakat dapat memberikan hak pilihnya sesuai dengan hati nurani,” ungkapnya.

 

Pilkades serentak tahun 2019 di Kabupaten Mojokerto dilaksanakan pada, Rabu (23/10/2019). Sebanyak 192 desa di 14 kecamatan wilayah hukum Polres Mojokerto dengan jumlah calon kades sebanyak 387 orang yang akan mengikuti gelaran pesta demokrasi enam tahunan tersebut.

 

“Polres Mojokerto dan jajaran bersama unsur terkait melaksanakan pengamanan dan pemungutan suara selama tiga hari mulai H-1 sampai H+1 atau mulai tanggal 22 hingga 24 Oktober 2019. Dengan melibatkan 2.170 personel terdiri dari 610 orang personel Polres Mojokerto, 1.298 BKO Polres Jajaran, 62 personel BKO Siaga SPN Polda Jatim, 200 personel SAT Brimob Polda Jatim, 292 personel TNI,” jelasnya.

 

Tak hanya personil dari TNI/Polri saja, namun dalam pengamanan Pilkades serentak tahun 2019 di Kabupaten Mojokerto juga melibatkan 60 personel Satpol PP serta 2.880 Linmas. Berdasarkan hasil mapping kerawanan Tempat Pemungutan Suara (TPS) Pilkades serentak, terdapat 40 TPS/desa yang masuk dalam kategori Sangat Rawan dan 152 kategori Rawan.

 

“Untuk itu, beberapa pola pengamanan telah disiapkan dengan matang. Kategori sangat rawan dengan pola pengamanan, sebanyak 15 anggota Polri, 1 babinsa/TNI, 15 Linmas untuk mengamankan satu TPS/Desa. Rawan dengan pola 7 anggota Polri, 1 TNI/babinsa, 15 linmas untuk mengamankan satu TPS/Desa,” katanya.

 

Setiap Pilkades, lanjut Wabup, sering kali dijumpai keberadaan tokoh yang dapat mempengaruhi serta dapat menimbulkan konflik di masyarakat. Selaku kepada daerah Kabupaten Mojokerto, Wabup menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh pemangku kamtibmas di seluruh Kabupaten Mojokerto dalam mewujudkan situasi kondusif di tlatah bumi Majapahit.

 

“Segenap unsur pemda, TNI/polri, Kejari yang juga mendukung, baur membaur dalam rangka memberikan rasa aman dan pengawalan pesta demokrasi warga masyarakat Kabupaten Mojokerto. Terwujudnya situasi kondusif tidak terpisah begitu saja karena melalui upaya dan peran aktif dari sinergitas unsur pemerintah,” tuturnya.

 

Sehingga Pilkades serentak tahun 2019 Kabupaten Mojokerto dapat berjalan lancar sportif, lancar dan damai serta tidak ada oknum yang memanfaatkan moment Pilkades serentak dengan aksi perjudian. Wabup menegaskan kepada Penegak Hukum Terpadu (Gakkumdu) Satreskrim Polres Mojokerto untuk berperan aktif.

 

“Yakni menindak setiap aksi yang dapat mengganggu jalannya pesta demokrasi di Kabupaten Mojokerto. Mari kita merubah mindset kita, berikan pembangunan bahwa yang menang bermartabat, yang kalah terhormat. Ada beberapa penekanan untuk kita pedomi bersama dalam pengamanan Pilkades serentak tahun 2019 Kabupaten Mojokerto,” urainya.

 

Yakni pahami bahwa tugas pengamanan ini adalah kehormatan dan kebanggaan yang tidak bisa dinilai dengan apapun sekaligus menjadi amal ibadah yang akan mendapatkan balasan pahala dari Tuhan YME jika dilandasi dengan tulus ikhlas, junjung sinergitas antar pemerintah, TNI/polri dan seluruh komponen masyarakat guna mewujudkan keamanan dan kelancaran pelaksanaan tugas.

 

“Segera kenali, cari, temukan potensi kerawanan agar tidak berkembangnya dan mengganggu penyelenggaraan pesta demokrasi, tindak tegas sesuai aturan hukum yang berlaku terhadap pihak-pihak yang mencoba mengganggu kelancaran Pilkades serentak di Kabupaten Mojokerto. Babinsa, Bhabinkamtibmas, Linmas menjadi ujung tombak pengamanan Pilkades serentak di Kabupaten Mojokerto,” paparnya.

 

Sehingga harus mampu menjadi pengayom, pelindung dan peLayan masyarakat. Inventarisasi dan berkoordinasi dengan tokoh agama, masyarakat dan tokoh pemuda untuk memberikan rasa tenang kepada masyarakat sehingga masyarakat dapat menggunakan hak pilihnya dengan aman.

 

“Mari menjadikan apel pergeseran ini menjadi momentum untuk menyatukan tekad dan komitmen dalam rangka mengawal dan mengamankan serta mensukseskan Pilkades serentak di Kabupaten Mojokerto, semoga segala tugas pengabdian akan dan telah dilaksanakan menjadi nilai ibadah di hadapan Allah SWT,” tegasnya.

 

Pilkades serentak tanggal 23 Oktober 2019 ini, rencanannya akan mendapat pantauan langsung Wabup Mojokerto Pungkasiadi, Kapolres Mojokerto AKBP Setyo Koes Heriyatno, Kapolres Kota Mojokerto AKBP Bogiek Sugiyarto, serta jajaran Forkopimda terkait lainnya. Rencananya ada 3 TPS yang akan dipantau, yakni dua TPS di wilayah selatan, dan satu TPS di wilayah utara sungai.[tin/adv]

Apa Reaksi Anda?

Komentar